Rabu, 7 Januari 2026, sepertinya bakal jadi hari yang cerah lagi untuk pasar saham domestik. Analis memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatan, dengan kisaran pergerakan yang diincar antara 8.888 hingga level psikologis 9.000.
Sentimennya memang masih sangat positif. William Hartanto, praktisi pasar modal dan founder WH-Project, melihat tren penguatan ini terus berlanjut tanpa hambatan berarti. Menurutnya, IHSG bahkan sudah berhasil mencetak rekor tertinggi baru alias all time high.
"Ini sepenuhnya euforia pelaku pasar terhadap tren IHSG yang menguat sepanjang tahun 2025 hingga kemarin," ujar William dalam risetnya.
Pernyataannya itu punya dasar. Sehari sebelumnya, tepatnya pada Selasa (6/1), IHSG memang sudah ditutup menguat 74,42 poin ke level 8.933,61. Kenaikan itu sekitar 0,84 persen.
William juga menambahkan analisis teknikalnya. Katanya, pola bullish flag yang sebelumnya terbentuk sudah terkonfirmasi. Alhasil, indeks terus merangsek naik dan seolah tak punya batas resistance lagi.
"Terus menerus membentuk all time high baru, IHSG tidak lagi memiliki resistance," tegasnya.
Dengan kondisi seperti itu, simpulannya sederhana: peluang IHSG untuk menembus 9.000 terbuka lebar. Belum banyak yang bisa disimpulkan selain fakta itu.
Nah, buat yang mau trading, William pun memberikan beberapa rekomendasi saham berdasarkan analisis teknikal untuk hari ini. Berikut daftarnya:
- MINA: rekomendasi buy, target estimasi Rp560–Rp600.
- ANTM: rekomendasi buy, target estimasi Rp3.600.
- DEWI: rekomendasi buy, target estimasi Rp184.
- ASII: rekomendasi buy, target estimasi Rp7.000–Rp7.100.
Semua mata kini tertuju pada IHSG. Akankah indeks akhirnya berhasil menembus level 9.000 hari ini? Kita tunggu saja perkembangan di bursa.
Artikel Terkait
Ancal Bidik 100 Ribu Wisatawan Selama Libur Panjang Iduladha
BRI Salurkan 5.000 Lebih Hewan Kurban ke Seluruh Indonesia saat Idul Adha
BEI Pindahkan GOTO dan BELI ke Papan Pengembangan, 26 Saham Naik Kelas ke Papan Utama
Harga Emas Batangan di Pegadaian Turun saat Iduladha, Antam Terkoreksi ke Rp2,897 Juta per Gram