Tak jauh dari hiruk-pikuk Stasiun Manggarai di Jakarta Selatan, tersembunyi sebuah kompleks bersejarah. Inilah Balai Yasa, tempat di mana dahulu kala lokomotif-lokomotif untuk jaringan kereta api nasional pertama kali dibuat, tepatnya di era pemerintahan Hindia Belanda.
Kini, lebih dari seratus tahun setelah berdiri, kawasan ini tetap berdenyut. Aktivitas perawatan, perbaikan, hingga modifikasi gerbong kereta berlangsung setiap hari. Pada suatu Selasa di awal Januari, kami berkesempatan menyusuri fasilitas yang penuh cerita ini.
Mursid, Assistent Manager Component QC di tempat itu, membuka cerita. Menurutnya, Balai Yasa Manggarai dibangun sekitar tahun 1915 oleh Staatsspoorwegen (SS), perusahaan kereta api negara masa kolonial.
"Baru beroperasi penuh tahun 1920," ujar Mursid, sambil menatap bangunan tua di sekelilingnya.
"Dan hebatnya, di zaman itu mereka sudah mampu memproduksi lokomotif sendiri di sini."
Memang, masa kejayaan sebagai produsen lokomotif telah berlalu. Saat ini, fokus utama Balai Yasa adalah merawat sarana kereta penumpang dan genset. Mursid memaparkan, mereka menangani perawatan tahunan. Sementara untuk urusan bulanan, itu jadi tugas Dipo KAI, dan pemeriksaan harian dilakukan oleh Pengawas Urusan Kereta (PUK).
Melangkah lebih dalam, suasana bengkel kerja terasa hidup. Ada Wheel & Bogie Workshop yang khusus menangani roda dan 'kaki-kaki' kereta. Lalu, Body Workshop untuk perbaikan badan gerbong. Tidak ketinggalan, Electrical Workshop yang sibuk dengan sistem kelistrikan, serta area Final Test sebagai tahap pengecekan akhir.
Namun begitu, peran mereka tak cuma sekadar memperbaiki. Inovasi dan modifikasi juga jadi bagian penting. Sebut saja modifikasi kereta kompartemen, pembaruan gerbong eksekutif (K1), hingga kereta New Generation. Bahkan, kereta wisata mewah Heritage Class milik PT KAI pun disentuh tangan-tangan terampil di sini.
Catatan internal menunjukkan, hingga pertengahan Desember 2025 saja, sudah 124 unit kereta New Generation yang berhasil dimodifikasi. Upaya ini jelas punya tujuan: menghadirkan kenyamanan lebih dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan penumpang masa kini.
Artikel Terkait
Komisaris PT Panca Mitra Mundur, Kesibukan Luar Jadi Alasan
Singtel Tunjuk Lionel Chng Gantikan Derrick Heng di Posisi Direktur Marketing Telkomsel
Purbaya Beri Mandat Baru, LPEI Dituntut Jadi Katalis Ekspor Nasional
Danantara Pacu Kompleks Haji di Makkah, Thakher Jadi Fondasi Awal