Target selanjutnya adalah komoditas pangan lain. Sebut saja jagung dan singkong. Bahkan, setelah karbohidrat terpenuhi, giliran swasembada protein yang harus dikejar.
“Jadi pangan dan energi harus kita mandiri. Harus kita mandiri,” tegasnya.
“Alhamdulillah target yang saya berikan kepada tim, tim pangan kita, saya berikan target waktu awal pemerintahan yang saya pimpin adalah 4 tahun untuk sebuah sumber makanan,” tambah Prabowo.
Di sisi lain, pemerintah kini merasa punya posisi tawar yang lebih kuat. Klaimnya, cadangan beras di gudang Bulog saat ini adalah yang tertinggi sepanjang sejarah. Angkanya mencapai 3,24 juta ton di akhir 2025 jauh melampaui era Presiden Soeharto yang ‘hanya’ menyimpan 2 juta ton.
“Hari ini cadangan beras kita di gudang pemerintah lebih dari 3 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia. Ini saya kira adalah akibat kerja keras semua unsur,” jelas Prabowo.
Pencapaian swasembada ini tentu menjadi kabar baik. Tapi, tantangan ke depan masih panjang. Apalagi jika melihat target swasembada pangan yang lebih luas. Semua mata kini tertuju pada realisasi di lapangan, bukan sekadar angka di gudang.
Artikel Terkait
Suara Kekecewaan 2025: Ketika KaburAjaDulu Menjadi Pilihan Rasional
MNC Life dan BPD DIY Perkuat Proteksi Nasabah dengan Asuransi Jiwa Kredit Personal Loan
Prestasi Bersejarah di SEA Games 2025, Bonus Atlet Emas Tembus Rp1 Miliar
Menkeu Purbaya: Demutualisasi BEI Bukti Kepercayaan Investor, IHSG 10.000 Bukan Mimpi