Pada hari yang sama, harga emas spot melonjak 2,1 persen ke level USD 4.420 per ons. Kenaikan perak bahkan lebih tajam, mencapai 4,8 persen. Investor jelas sedang mencari tempat aman, mengantisipasi risiko yang tiba-tiba membesar.
"Pasar kini dipaksa untuk menilai ulang bukan hanya risiko Venezuela tetapi juga ketidakpastian AS dan jangkauan militernya,"
Demikian kata Nicky Shiels, kepala penelitian di MKS Pamp SA, sebuah perusahaan pengolahan logam mulia.
Lonjakan ini seolah menjadi puncak dari tren bullish emas sepanjang tahun lalu. Logam kuning itu baru saja mencatatkan kinerja tahunan terbaik sejak 1979. Didorong oleh pembelian agresif bank sentral berbagai negara dan derasnya aliran dana ke reksadana emas, harganya terus memecahkan rekor.
Jadi, sementara otoritas pajak bersiap mengawasi aset digital lebih ketat, emas justru membuktikan diri sebagai safe haven yang tetap tak tergantikan di tengah gejolak.
Artikel Terkait
Suara Kekecewaan 2025: Ketika KaburAjaDulu Menjadi Pilihan Rasional
MNC Life dan BPD DIY Perkuat Proteksi Nasabah dengan Asuransi Jiwa Kredit Personal Loan
Prestasi Bersejarah di SEA Games 2025, Bonus Atlet Emas Tembus Rp1 Miliar
Menkeu Purbaya: Demutualisasi BEI Bukti Kepercayaan Investor, IHSG 10.000 Bukan Mimpi