Yang menarik, layanan berbasis pengalaman seperti kereta panoramic dan wisata dari KAI Wisata tetap punya peminat, di angka 24 ribuan. Kereta cepat Whoosh melesat dengan membawa hampir 363 ribu penumpang. Bahkan di Sulawesi Selatan, rute Makassar-Parepare yang masih baru itu sudah mengangkut 23 ribu lebih orang.
Bobby menegaskan, kelancaran ini bukan cuma urusan transportasi semata. Dampaknya terasa sampai ke sektor pariwisata dan ekonomi kerakyatan. Perjalanan yang lancar mendorong pergerakan wisatawan dan akhirnya menyokong usaha-usaha lokal di berbagai daerah.
Ke depan, Bobby bilang KAI akan terus memperkuat perannya. Integrasi antara layanan penumpang, angkutan barang, dan pemanfaatan teknologi akan jadi fokus. Tujuannya sederhana: membuat perjalanan dan logistik lebih efisien dan mudah diakses oleh siapa saja.
“Bagi kami, kualitas layanan dibangun dari konsistensi dan kepercayaan,” tutur Bobby.
“Setiap perjalanan yang lancar, tepat waktu, dan aman adalah bagian dari upaya KAI untuk menghadirkan sistem transportasi yang semakin terhubung dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.”
Dengan pengalaman operasional yang terus bertambah, perusahaan ini tampaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan keandalan dan kualitas. Pengembangan infrastruktur dan SDM dilakukan pelan-pelan namun pasti, agar bisa menjawab tantangan mobilitas nasional yang dinamis. Intinya, mereka ingin tetap relevan di hati masyarakat.
Artikel Terkait
Tiang Monorel Mangkrak di Jakarta Akan Dibongkar Pekan Ketiga Januari
Dua Petinggi TAYS Serahkan Surat Mundur, Saham Justru Meroket
Pintu Saudi Terbuka: Properti Kerajaan Jadi Buruan Investor Global
Komisaris PT Panca Mitra Mundur, Kesibukan Luar Jadi Alasan