Ketegangan Venezuela Picu Pelarian ke Emas dan Perak, Harga Melonjak Tajam

- Senin, 05 Januari 2026 | 10:36 WIB
Ketegangan Venezuela Picu Pelarian ke Emas dan Perak, Harga Melonjak Tajam

Namun begitu, perjalanan emas tak selalu mulus. Sepanjang tahun lalu, meski didongkrak ketegangan geopolitik dan perang dagang, volatilitas tinggi tetap terjadi. Banyak investor memilih mengambil untung di akhir tahun, dengan indikator teknis menunjukkan kondisi jenuh beli. Buktinya, emas anjlok 4,4 persen hanya dalam seminggu penurunan mingguan terburuk sejak November 2024.

Lalu, seberapa besar dampak Venezuela? Menurut Ahmad Assiri, analis Pepperstone Group Ltd., ketegangan ini "sedikit menambah latar belakang risiko geopolitik di luar isu-isu terkait perdagangan."

Tapi bagi investor di kawasan, dampaknya bisa lebih personal. Assiri mengharapkan urgensi yang lebih besar dari investor Amerika Latin untuk mendiversifikasi portofolio ke emas. Alasannya sederhana namun kuat: "Penahanan Maduro menciptakan preseden yang tidak diinginkan."

Di sisi lain, prospek jangka panjang emas masih banyak didukung analis. Banyak bank terkemuka memprediksi kenaikan berlanjut di tahun ini, apalagi jika The Fed memotong suku bunga lagi dan kepemimpinan bank sentral AS mengalami perubahan di bawah Trump.

Goldman Sachs Group Inc., misalnya, bulan lalu menyebut skenario dasar mereka adalah reli emas hingga USD 4.900 per ons. Dan risikonya justru mengarah pada kemungkinan kenaikan yang lebih tinggi lagi.

Yang menarik, perak tampil lebih gemilang daripada emas tahun lalu. Logam putih ini meroket ke level yang dulu dianggap mustahil, kecuali oleh para pengamat pasar yang paling optimis sekalipun. Selain faktor pendorong yang sama dengan emas, perak mendapat keuntungan dari kekhawatiran tersendiri: spekulasi bahwa pemerintah AS suatu saat bisa mengenakan tarif impor pada logam olahan ini. Itu jadi faktor pembeda yang mendorongnya melesat lebih kencang.


Halaman:

Komentar