Namun begitu, kabar dari lapangan justru mengejutkan. Dua sumber yang memahami operasi PDVSA, perusahaan minyak nasional Venezuela, mengungkapkan aksi AS itu belum mengganggu aktivitas. Produksi dan penyulingan minyak di sana disebut masih berjalan seperti biasa.
Faktor lain yang menekan harga datang dari sisi kebijakan. Kelompok OPEC baru saja menggelar pertemuan rutin mereka hari Minggu. Hasilnya? Mereka memutuskan untuk tetap mempertahankan tingkat produksi yang sekarang, tidak ada pemotongan lebih lanjut.
Dengan kondisi pasokan yang melimpah seperti ini, para analis melihat dampak dari gejolak Venezuela akan terbatas. Gangguan ekspor dari negara Amerika Selatan itu, sepertinya, belum cukup kuat untuk mendongkrak harga minyak dunia secara signifikan.
Artikel Terkait
IHSG Menguat Tipis 0,46% di Sesi Pagi, Volume Transaksi Tembus Rp10 Triliun
Autopedia Rencanakan Buyback Saham Senilai Rp20 Miliar untuk Program MESOP
Saham Prajogo Pangestu Cetak Kenaikan Signifikan Hingga Enam Hari Berturut-turut
IHSG Dibuka Melemah, Investor Domestik Lakukan Net Sell Rp200 Miliar