Harga minyak kembali melemah hari ini. Padahal, ada kekhawatiran soal gejolak politik di Venezuela yang bisa mengganggu pasokan. Tapi rupanya, stok global yang masih berlimpah punya pengaruh lebih kuat terhadap pasar.
Minyak mentah Brent tercatat turun 34 sen, jadi USD60,41 per barel. Sementara itu, patokan AS, West Texas Intermediate (WTI), juga melemah 41 sen ke posisi USD56,91 per barel.
Latar belakang gejolaknya cukup serius. Amerika Serikat baru-baru ini mengambil langkah tegas terhadap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, dengan membawanya keluar dari Caracas. Presiden AS Donald Trump bahkan menyatakan Washington akan mengambil alih kendali negara penghasil minyak itu.
Namun begitu, kabar dari lapangan justru mengejutkan. Dua sumber yang memahami operasi PDVSA, perusahaan minyak nasional Venezuela, mengungkapkan aksi AS itu belum mengganggu aktivitas. Produksi dan penyulingan minyak di sana disebut masih berjalan seperti biasa.
Faktor lain yang menekan harga datang dari sisi kebijakan. Kelompok OPEC baru saja menggelar pertemuan rutin mereka hari Minggu. Hasilnya? Mereka memutuskan untuk tetap mempertahankan tingkat produksi yang sekarang, tidak ada pemotongan lebih lanjut.
Dengan kondisi pasokan yang melimpah seperti ini, para analis melihat dampak dari gejolak Venezuela akan terbatas. Gangguan ekspor dari negara Amerika Selatan itu, sepertinya, belum cukup kuat untuk mendongkrak harga minyak dunia secara signifikan.
Artikel Terkait
Analis Proyeksikan IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan Pekan Depan
Wall Street Hadapi Pekan Penuh Tantangan: Laporan Nvidia dan Dampak Putusan Tarif Trump Jadi Sorotan
Agrinas Impor 105.000 Pikap dari India untuk Dukung Logistik Koperasi Desa
BPJS Kesehatan: Iuran dan Tunggakan Berlaku per Kartu Keluarga, Bukan Per Individu