Namun begitu, kabar dari lapangan justru mengejutkan. Dua sumber yang memahami operasi PDVSA, perusahaan minyak nasional Venezuela, mengungkapkan aksi AS itu belum mengganggu aktivitas. Produksi dan penyulingan minyak di sana disebut masih berjalan seperti biasa.
Faktor lain yang menekan harga datang dari sisi kebijakan. Kelompok OPEC baru saja menggelar pertemuan rutin mereka hari Minggu. Hasilnya? Mereka memutuskan untuk tetap mempertahankan tingkat produksi yang sekarang, tidak ada pemotongan lebih lanjut.
Dengan kondisi pasokan yang melimpah seperti ini, para analis melihat dampak dari gejolak Venezuela akan terbatas. Gangguan ekspor dari negara Amerika Selatan itu, sepertinya, belum cukup kuat untuk mendongkrak harga minyak dunia secara signifikan.
Artikel Terkait
Di Balik Panen Raya, Mentan Bongkar Pembersihan 192 Pejabat dan Ribuan Izin Pupuk
Prabowo Sematkan Bintang Jasa Utama untuk Amran di Tengah Pesta Swasembada
Karya Pacific Investama Genjot Kepemilikan di MNC Energy Lewat Tender Sukarela
Arab Saudi Buka Keran Investasi Asing, Pasar Modal Siap Sambut Derasnya Modal Global