Pasar emas dunia lagi-lagi bakal jadi ajang tarik ulur. Pekan ini, harga logam kuning dan kawan-kawannya seperti perak diperkirakan bakal naik-turun. Penyebabnya? Campur aduk antara data ekonomi penting yang bakal dirilis dan situasi politik global yang memanas.
Nah, soal situasi politik, baru-baru ini aksi pasukan AS yang menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro bikin semua orang waspada. Ketegangan geopolitik ini nggak cuma soal Venezuela. Serangan antara Rusia dan Ukraina yang kembali mengincar infrastruktur energi juga bikin investor gelisah. Dalam kondisi kayak gini, aset-aset safe-haven seperti emas biasanya jadi incaran.
Di sisi lain, mata pelaku pasar juga tertuju ke Amerika Serikat. Mereka bakal menyimak betul rilis data indeks ISM Manufaktur, data ketenagakerjaan ADP untuk Desember, dan angka pengangguran. Data-data ini bisa jadi penentu arah kebijakan The Fed.
Belum lagi pernyataan dari sejumlah pejabat Federal Reserve yang bakal berembuk. Setiap kata dari mereka bakal dicermati, karena bisa ngasih sinyal soal rencana suku bunga ke depan. Dan itu, tentu saja, bakal pengaruhi pergerakan harga logam mulia dalam jangka pendek.
Prathamesh Mallya dari Angel One bilang, kondisi saat ini memang penuh dengan faktor yang saling tarik-menarik.
“Harga emas kemungkinan tetap bergerak volatil pada pekan mendatang karena terdapat faktor pendorong positif maupun negatif,”
Pendapat senada datang dari Anuj Gupta, Direktur Ya Wealth. Menurut dia, serangan AS ke Venezuela itu berpotensi besar memicu ketegangan yang lebih luas.
“Karena itu, saya memperkirakan pembukaan harga dengan lonjakan (gap-up) untuk emas, perak, tembaga, minyak mentah, bensin, dan komoditas lainnya,”
Emas sendiri sebenarnya lagi dalam momentum yang kuat. Sepanjang 2025 lalu, harganya melonjak hampir 70 persen kenaikan tahunan terkuat sejak 1979. Jadi, situasi Venezuela ini kayak bensin yang ditambahin ke api. Apalagi Venezuela dikenal punya cadangan emas terbesar di Amerika Selatan, sekitar 161 ton dengan nilai hampir 22 miliar dolar AS.
Memasuki awal 2026, emas dan perak sempat bergerak relatif stabil. Mereka melanjutkan tren penguatan tahunan yang fenomenal itu. Tapi sekarang, investor sibuk mengevaluasi lagi, sambil menunggu penyeimbangan ulang indeks acuan komoditas utama yang dijadwalkan berlaku dalam sepekan ke depan. Semuanya jadi nggak pasti, dan justru di situlah peluang atau jebakan biasanya muncul.
Artikel Terkait
Trump Naikkan Tarif Global AS Jadi 15% Usai Putusan MA
Kadin Desak Prabowo Batalkan Rencana Impor 105.000 Mobil Pick-up dari India
Harga Emas Melonjak Didorong Perlambatan Ekonomi AS dan Ketidakpastian Kebijakan Trump
OJK Denda Influencer Saham Rp5,35 Miliar, Praktik Goreng Saham Berevolusi