Trump Mau Kerahkan Perusahaan AS untuk Perbaiki Industri Minyak Venezuela
Setelah serangan dan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Donald Trump menyampaikan rencana ambisiusnya. AS, katanya, akan memperbaiki industri minyak Venezuela yang sudah lama amburadul. Caranya? Dengan mengerahkan perusahaan-perusahaan minyak besar dari Amerika.
Menurut laporan BBC, Minggu (4/1), Trump menyebut industri minyak negeri itu telah mengalami "kegagalan total".
“Kami akan mengerahkan perusahaan-perusahaan minyak besar Amerika Serikat, yang terbesar di dunia, masuk ke sana, menghabiskan miliaran dolar, memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, infrastruktur minyak, dan mulai menghasilkan uang untuk negara itu,” ujar Trump dalam konferensi pers.
Rencana ini punya dasar yang kuat. Data dari US Energy Information Administration (EIA) menunjukkan Venezuela punya cadangan minyak mentah sekitar 303 miliar barel. Jumlah itu setara dengan 20 persen dari sumber daya minyak dunia. Potensi besarnya tak main-main.
Trump mengklaim sudah menyiapkan 'sekelompok orang' untuk mengelola proyek perbaikan ini. Namun begitu, ia tak mau merinci lebih jauh soal siapa dan bagaimana kelompok itu akan bekerja. Rencananya masih terasa samar, meski gaungnya sudah menggema.
Artikel Terkait
Singtel Tunjuk Lionel Chng Gantikan Derrick Heng di Posisi Direktur Marketing Telkomsel
Purbaya Beri Mandat Baru, LPEI Dituntut Jadi Katalis Ekspor Nasional
Danantara Pacu Kompleks Haji di Makkah, Thakher Jadi Fondasi Awal
Menteri Amran Bongkar Aksi Bandel Pupuk hingga Minyak Goreng: 2.300 Izin Dicabut