Alasannya sederhana. MPXL dinilai punya modal dasar yang cukup menarik: aset operasional yang aktif, jaringan distribusi yang sudah terbentuk, dan skala usaha yang fleksibel.
"Faktor-faktor ini menjadikan perseroan sebagai opsi strategis bagi investor dan pihak luar yang ingin memperluas kapabilitas rantai pasok," kata Indrawijaya.
Namun begitu, ia juga mengingatkan. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari manajemen soal masuknya investor strategis. Semuanya masih dalam ranah wacana dan potensi.
Dari kacamata teknikal, sinyalnya juga terlihat baik. Seorang Direktur dari International Federation of Technical Analyst (IFTA) menambahkan analisisnya. Secara mingguan, harga saham MPXL berhasil menembus area resistensi kunci, yaitu di kisaran Rp266-Rp272. Yang lebih penting, breakout ini didukung oleh peningkatan volume transaksi tanda bahwa sedang terjadi akumulasi.
Jika momentum ini bisa dipertahankan, dan sentimen pasar tetap mendukung, saham MPXL berpeluang untuk melanjutkan perjalanannya. Target selanjutnya ada di kisaran Rp310 hingga Rp320. Tinggal menunggu waktu saja apakah optimisme di awal tahun ini bisa bertahan hingga akhir.
Artikel Terkait
BSDE Targetkan Prapenjualan Rp10 Triliun pada 2026, Andalkan BSD City
DIVA Lepas 28,5 Juta Saham Treasuri ke Pasar Mulai 11 Maret
RMK Energy Beli Kembali 2,3 Juta Saham Senilai Rp10 Miliar
IHSG Naik 0,50%, Saham JAYA Melonjak 35% Jadi Top Gainer