JAKARTA – Langkah AS kali ini benar-benar mengguncang. Presiden Donald Trump mengumumkan Amerika Serikat telah mengambil alih kendali atas cadangan minyak Venezuela. Rencananya, perusahaan-perusahaan raksasa minyak dari AS akan direkrut untuk menanamkan modal miliaran dolar. Tujuannya? Memulihkan industri minyak negara itu yang nyaris hancur berantakan.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Marco Rubio disebut-sebut sedang merancang detail pengelolaan aset berharga itu. Ini menyusul penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro bersama istrinya.
Tapi, sebenarnya seberapa besar sih kekayaan minyak yang diperebutkan ini?
Angkanya sungguh fantastis. Menurut data Badan Informasi Energi AS (EIA), Venezuela punya cadangan minyak mentah yang mencapai 303 miliar barel. Coba bayangkan, itu setara dengan seperlima dari total cadangan minyak dunia! Sumber daya sebesar itu jelas akan menjadi penentu masa depan Venezuela.
Trump bersikeras, AS akan mengelola pemerintahan Venezuela untuk sementara. Meski dampak langsung pada harga minyak global masih samar-samar apalagi pasar lagi tutup di akhir pekan langkah ini sudah diambil.
"Kami akan mengerahkan perusahaan-perusahaan minyak besar AS, yang terbesar di dunia untuk masuk, mengucurkan miliaran dolar, dan memperbaiki infrastruktur minyak yang rusak parah," tegas Trump dalam konferensi pers di Mar-a-Lago, Minggu (4/1/2026).
Artikel Terkait
Dari Teras Rumah Hingga Naik Kelas: Kisah AO PNM yang Mengubah Rasa Takut Jadi Kepercayaan
OJK Pacu Digitalisasi BPR dengan Aturan Baru, Perlindungan Nasabah Jadi Prioritas
IHSG Gagal Pertahankan 9.000, Saham Tambang Jadi Penghambat
Soechi Lines Bentuk Lima Anak Usaha, Bidik Pasar Maritim Global