PT SLJ Global Tbk (SULI) baru saja mendapat angin segar. Perusahaan perkayuan itu mendapatkan suntikan dana berupa pinjaman dari pemegang saham senilai 2 juta dolar Singapura, atau sekitar Rp 26 miliar. Yang menarik, pemberi pinjamannya adalah Amin Sunarko, sang Presiden Direktur sendiri.
Ini bukan kebetulan. SULI diketahui sedang bergulat dengan proses restrukturisasi utang dan berusaha memperkuat modalnya. Pinjaman dari bosnya itu datang di saat yang tepat.
Menurut manajemen, kondisi likuiditas perusahaan terus menipis. Padahal, kebutuhan operasional seperti beli lahan dan bahan baku tak bisa ditunda.
"Perseroan akan menggunakan dana pinjaman tersebut untuk menunjang kelangsungan usaha perseroan,"
begitu penjelasan resmi mereka yang dirilis Minggu (4/1/2026). Mereka juga menekankan bahwa pinjaman ini tanpa bunga. Jelas, ini jauh lebih ringan ketimbang harus meminjam dari bank.
Di sisi lain, SULI juga sedang menggarap rencana private placement. Skemanya, Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), dengan porsi hingga 10% dari modal yang sudah disetor. Upaya ini memperlihatkan betapa seriusnya mereka ingin bangkit.
Artikel Terkait
Pemerintah Umumkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama untuk 2026
Harbolnas 2025 Cetak Transaksi Rp 36,4 Triliun, Produk Lokal Jadi Andalan
Gejolak Venezuela Pacu Saham Emas Meroket di BEI
Ketegangan Venezuela Picu Pelarian ke Emas dan Perak, Harga Melonjak Tajam