Harga minyak dunia bakal terpengaruh. Pemicunya? Serangan Amerika Serikat ke Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro. Ini bukan negara sembarangan, lho. Venezuela punya cadangan minyak mentah yang luar biasa besar, salah satu yang terbesar di planet ini.
Menurut data dari BP Statistical Review of World Energy Report, cadangannya mencapai 303 miliar barel. Angka fantastis itu setara dengan seperlima dari total cadangan minyak global. Jadi, gejolak di sana pasti berimbas ke pasar.
Nah, sebelum serangan terjadi, harga minyak sebenarnya sudah melemah di akhir pekan. Minyak Brent turun tipis 10 sen ke posisi USD 60,75 per barel. Sementara minyak mentah WTI dari AS juga anjlok 10 sen, menjadi USD 57,32 per barel.
Tapi, bagaimana kondisi produksinya pasca-serangan? Menurut sumber internal di PDVSA, perusahaan minyak negara Venezuela, operasi produksi dan penyulingan berjalan normal pada Sabtu (3/1). Tidak ada laporan kerusakan fasilitas.
Memang, Pelabuhan La Guaira dekat Caracas yang jadi sasaran serangan mengalami kerusakan parah. Namun begitu, pelabuhan itu bukan untuk ekspor minyak. Jadi, dampaknya terhadap pasokan minyak secara langsung terbatas.
Artikel Terkait
Arab Saudi Buka Keran Investasi Asing, Pasar Modal Siap Sambut Derasnya Modal Global
IHSG Tembus 8.970, Saham Bakrie dan Happy Hapsoro Pacu Rekor Baru
Barang Penumpang LRT Jabodebek Tertinggal Senilai Rp 797 Juta Sepanjang 2025
Pemerintah Siap Lelang 75 Blok Migas Baru untuk Kejar Target Lifting 2026