Harga emas batangan Antam akhirnya turun juga di hari Sabtu ini. Setelah sempat merangkak naik kemarin, logam mulia itu kini melemah, memberi sedikit ruang bagi para pembeli yang sudah lama menunggu.
Kalau kita lihat grafiknya, Jumat lalu (2 Januari 2026) harganya masih bertengger di Rp2.504.000 per gram. Angka yang cukup tinggi, bukan? Tapi itu cuma bertahan sebentar. Begitu masuk Sabtu, 3 Januari 2026, harga langsung melorot.
Data terbaru menunjukkan, emas Antam 1 gram sekarang dijual Rp2.488.000. Artinya, ada penurunan cukup signifikan, yaitu Rp16.000 dari posisi sebelumnya.
Nah, menurut sejumlah analis, koreksi ini sebenarnya wajar-wajar saja. Soalnya, emas sudah naik terus selama beberapa bulan belakangan. Jadi, sedikit penurunan seperti ini bisa dibilang cuma penyesuaian pasar.
Meski turun hari ini, jangan salah. Tren jangka panjangnya masih kuat banget. Dari Juli 2025 sampai awal tahun ini, grafik bulanan emas Antam konsisten naik. Jadi, pelemahan harian ini mungkin cuma jeda kecil dalam perjalanan panjangnya.
Di sisi lain, harga yang tetap tinggi ini menunjukkan satu hal: minat masyarakat terhadap emas belum luntur. Di tengah situasi ekonomi global yang masih gamang dan pasar keuangan yang fluktuatif di awal tahun, banyak orang tetap memandang emas sebagai pelindung nilai yang bisa diandalkan.
Berikut daftar lengkap harga emas Antam per hari ini:
- 0,5 gram: Rp1.294.000
- 1 gram: Rp2.488.000
- 2 gram: Rp4.926.000
- 3 gram: Rp7.371.000
- 5 gram: Rp12.255.000
- 10 gram: Rp24.430.000
- 25 gram: Rp60.910.000
- 50 gram: Rp121.655.000
- 100 gram: Rp243.160.000
- 250 gram: Rp607.590.000
- 500 gram: Rp1.214.900.000
- 1.000 gram: Rp2.428.600.000
(Febrina Ratna Iskana)
Artikel Terkait
Enam Saham RI Dikeluarkan dari Indeks MSCI, Pengamat Sebut Ruang Fiskal Makin Sempit Akibat Bunga Utang Membengkak
Pasar Modal Tertekan Sentimen Negatif, Pemerintah Diminta Respons Kekhawatiran Investor
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 per Dolar AS Akhir Juni Akibat Tekanan Geopolitik dan Suku Bunga The Fed
BCA Bagikan Dividen Interim Rp20 per Saham pada Kuartal II 2026