Di sisi lain, sentimen positif juga terlihat di pasar fisik. Di India dan China, emas fisik mulai diperdagangkan dengan premi untuk pertama kalinya dalam dua bulan terakhir. Ini sinyal permintaan yang cukup sehat dari konsumen.
Namun begitu, panggung bukan cuma milik emas. Perak dan platinum justru tampil lebih gilang-gemilang. Sepanjang 2025, kinerja keduanya benar-benar melampaui emas.
Perak spot naik 0,7 persen ke USD71,77 per ons. Padahal, pada Senin lalu, logam ini sempat melesat hingga rekor tertingginya di USD83,62. Secara tahunan, kenaikannya fantastis: lebih dari 147 persen! Statusnya sebagai mineral kritis di AS, pasokan yang ketat, dan permintaan industri yang kuat jadi pendorong utamanya.
Platinum tak kalah heboh. Harganya melonjak 3,5 persen ke level USD2.125,80. Sepanjang tahun lalu, kenaikannya mencapai 127 persen. Sementara itu, paladium juga ikut merasakan angin segar, menguat hampir 2 persen ke USD1.636,43. Kenaikan 76 persen di 2025 menjadi lonjakan terbesar untuk paladium dalam 15 tahun terakhir.
Jadi, secara garis besar, awal tahun ini pasar logam mulia masih sangat bergairah. Dukungan datang dari mana-mana: dari ruang rapat The Fed hingga ke daerah-daerah konflik seperti Iran, Gaza, dan perang Rusia-Ukraina yang belum berakhir. Emas tetap jadi andalan, tapi saudara-saudaranya yang lain ternyata menari dengan lebih liar.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Anjlok Rp16.000 di Awal Tahun
Empat Bulan Pasca-Kobaran, Pedagang Taman Puring Bertahan di Pinggir Jalan
Dari Kamar Hotel ke Kompleks Perumahan: Mengulik Bisnis Multisektor Dafam Property
Bank Mandiri dan Kemenhan Pasang Jembatan Darurat untuk Korban Banjir Sumatera