Emas Tembus USD 4.400, Perak dan Platinum Melaju Lebih Ganas di Awal 2026

- Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:00 WIB
Emas Tembus USD 4.400, Perak dan Platinum Melaju Lebih Ganas di Awal 2026

Logam mulia langsung melanjutkan aksi spektakulernya di awal 2026. Setelah tahun lalu mencatatkan lonjakan fantastis, emas dan kawan-kawannya masih terus menguat. Pemicunya? Campuran antara ketegangan geopolitik yang belum reda dan desas-desus soal rencana The Fed memangkas suku bunga.

Pada sesi Jumat (2/1) kemarin, emas spot sempat menyentuh level USD4.402,06 per troy ons di awal perdagangan. Meski akhirnya sedikit melandai, posisinya tetap kuat di angka USD4.332,06 naik 0,22 persen. Ini bukan level sembarangan. Ingat saja, rekor tertinggi sepanjang masa sempat dicapai di angka USD4.549,71 pada akhir Desember lalu. Secara keseluruhan, sepanjang 2025, harga si kuning ini melesat hingga 64 persen. Luar biasa.

Lalu, apa yang mendorongnya? Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, punya pandangan.

"Pasar masih terus membicarakan peluang pemangkasan suku bunga pada Maret, dan kemungkinan lanjutannya di tahun ini," ujarnya, seperti dikutip Reuters.

Menurut Melek, kombinasi ekspektasi itu dengan kekhawatiran pasar soal tarif dan utang AS yang membengkak, jadi bahan bakar utama. Situasi ini tak cuma mendongkrak emas, tapi juga logam mulia lainnya seperti perak, platinum, dan paladium.

Secara teknis, analis senior Kitco Metals Jim Wyckoff melihat ada ruang untuk kenaikan lebih lanjut. Target berikutnya untuk kontrak berjangka emas Februari adalah penutupan di atas area resistensi kuat, yaitu di sekitar rekor tertinggi USD4.584. Tapi ya, perjalanan ke sana tentu tidak akan mulus.

Di sisi lain, sentimen positif juga terlihat di pasar fisik. Di India dan China, emas fisik mulai diperdagangkan dengan premi untuk pertama kalinya dalam dua bulan terakhir. Ini sinyal permintaan yang cukup sehat dari konsumen.

Namun begitu, panggung bukan cuma milik emas. Perak dan platinum justru tampil lebih gilang-gemilang. Sepanjang 2025, kinerja keduanya benar-benar melampaui emas.

Perak spot naik 0,7 persen ke USD71,77 per ons. Padahal, pada Senin lalu, logam ini sempat melesat hingga rekor tertingginya di USD83,62. Secara tahunan, kenaikannya fantastis: lebih dari 147 persen! Statusnya sebagai mineral kritis di AS, pasokan yang ketat, dan permintaan industri yang kuat jadi pendorong utamanya.

Platinum tak kalah heboh. Harganya melonjak 3,5 persen ke level USD2.125,80. Sepanjang tahun lalu, kenaikannya mencapai 127 persen. Sementara itu, paladium juga ikut merasakan angin segar, menguat hampir 2 persen ke USD1.636,43. Kenaikan 76 persen di 2025 menjadi lonjakan terbesar untuk paladium dalam 15 tahun terakhir.

Jadi, secara garis besar, awal tahun ini pasar logam mulia masih sangat bergairah. Dukungan datang dari mana-mana: dari ruang rapat The Fed hingga ke daerah-daerah konflik seperti Iran, Gaza, dan perang Rusia-Ukraina yang belum berakhir. Emas tetap jadi andalan, tapi saudara-saudaranya yang lain ternyata menari dengan lebih liar.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar