Bulog Siapkan Penyaluran Bansos Beras untuk 18 Juta Keluarga di 2026
Perum Bulog memastikan program Bantuan Pangan (bansos) beras akan kembali digelar pada 2026. Bantuan ini ditargetkan untuk menjangkau 18 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
“Penyaluran bantuan pangan untuk 4 bulan tahun 2026 itu sekitar 720 ribu ton untuk 18 juta penerima bantuan,” jelas Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani.
Pernyataan itu dia sampaikan dalam Konferensi Pers Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategis 2026 di Jakarta, Jumat (2/1). Menurut Rizal, setiap keluarga akan menerima 10 kg beras per bulan, dan penyaluran akan berlangsung selama empat bulan.
Tak cuma bansos, peran Bulog tahun depan tetap krusial. Mereka juga akan menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sepanjang tahun, dengan total volume mencapai 1,5 juta ton. Ini berbeda dengan 2025 yang hanya berjalan 8 bulan.
Namun begitu, ada sedikit penyesuaian di musim panen. “Supaya tidak tumpah banyak di pasaran,” ujar Rizal. Pada bulan-bulan panen raya seperti Maret, April, dan Agustus, pasokan SPHP di daerah sentra padi seperti Jawa atau Sumatera akan dikurangi. Sementara untuk daerah non-sentra, penyaluran tetap berjalan normal.
Selain itu, Bulog juga menganggarkan 25 ribu ton beras untuk bantuan keadaan darurat. Angka ini merupakan hasil Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Kemenko Pangan.
Dari sisi penyerapan, targetnya cukup besar. Pada 2026 mendatang, Bulog berencana menyerap 4 juta ton beras dan 1 juta ton jagung. Soal pendanaan, Ahmad Rizal mengaku masih berkoordinasi dengan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.
Harapannya, Bulog bisa mendapat jatah dari APBN. “Mudah-mudahan kita dapat APBN ataupun dapat dana bantuan OIP yang bunganya hanya 2 persen,” katanya. Dengan pendanaan negara, Bulog tak perlu lagi bergantung pada pinjaman bank yang bunganya dinilai tinggi.
Rencana strategis lain adalah pembangunan 100 infrastruktur pasca panen, mencakup gudang dan Rice Milling Unit (RMU). Untuk program ini, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 5 triliun.
Artikel Terkait
OJK Soroti Kinerja LQ45 dan Dominasi Investor Ritel di Pasar Modal
IHSG Melonjak 78 Poin, Saham VICI dan LEAD Jadi Primadona Pasar
IHSG Melonjak 77 Poin, Saham-Saham Ini Pacu Kenaikan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa: IHSG 10.000 Bukan Mustahil Tahun Ini