Memasuki tahun 2026, IHSG sepertinya masih punya tenaga untuk melanjutkan tren naik yang sudah dimulai di akhir tahun lalu. Analis MNC Sekuritas dalam risetnya Jumat (2/1) melihat peluang bagi indeks untuk menguji level yang lebih tinggi, yakni di rentang 8.730 hingga 8.905. Tapi, jangan terlalu euforia dulu.
“Kami memperkirakan adanya beberapa skenario yang memungkinkan terjadi untuk IHSG, di mana berpeluang melanjutkan penguatannya untuk menguji rentang 8.730-8.905,” tulis mereka.
Namun begitu, laporan itu juga menyoroti dua skenario lain yang warnanya kurang cerah. Dalam skenario hitam dan merah, IHSG dinilai masih rentan untuk terkoreksi terlebih dahulu sebelum benar-benar melanjutkan penguatan. Jadi, situasinya belum sepenuhnya jelas.
Pergerakan di hari terakhir perdagangan 2025, Selasa (30/12), bisa dibilang cukup datar. IHSG cuma menguat tipis 0,03 persen ke level 8.646. Meski begitu, ada sinyal positif: volume pembelian masih mendominasi dan penutupan indeks berhasil bertahan di atas garis Moving Average 20 (MA20). Ini memberikan sedikit angin segar.
Mengenai level kunci, MNC Sekuritas mencatat support di 8.525 dan 8.493. Sementara itu, resistance berada di 8.656 dan 8.714. Level-level ini patut diperhatikan untuk memantau arah pergerakan selanjutnya.
Nah, untuk yang mau cari peluang di tengah kondisi seperti ini, MNC Sekuritas punya beberapa rekomendasi saham pilihan hari ini. Berikut rinciannya.
ADRO - Spec Buy
Saham ADRO kemarin terkoreksi cukup dalam, 6,94 persen ke Rp1.810, dengan tekanan jual yang muncul. Analis memperkirakan posisinya sedang di akhir wave [ii] dari wave C. Kunci utamanya ada di level Rp1.765; selama masih di atas sana, pola ini masih valid.
Rekomendasi: Beli di Rp1.795-Rp1.810. Target: Rp1.870 dan Rp1.910. Stop loss jika jatuh di bawah Rp1.765.
IMPC - Buy on Weakness
IMPC juga melemah 2,24 persen ke Rp3.930. Tekanan jual terlihat, tapi ini justru dianggap sebagai bagian awal dari wave 5 pada pola yang lebih besar. Strateginya adalah beli saat lemah.
Rekomendasi: Beli di Rp3.760-Rp3.880. Target: Rp4.230 dan Rp4.440. Stop loss di bawah Rp3.720.
PTRO - Buy on Weakness
Berbeda dengan dua saham sebelumnya, PTRO malah naik 1,16 persen ke Rp10.925. Volume pembelian masih kuat dan pergerakannya bertahan di atas MA20. Diperkirakan saham ini sedang di awal wave [v].
Rekomendasi: Beli di Rp10.650-Rp10.875. Target: Rp11.575 dan Rp11.850. Stop loss cukup ketat di bawah Rp10.150.
UNVR - Buy on Weakness
UNVR bergerak flat di Rp2.600. Yang menarik, volume pembelian muncul meski harganya stagnan dan belum mampu menembus MA20. Posisinya diperkirakan masih dalam bagian dari wave [v].
Rekomendasi: Beli di Rp2.530-Rp2.590. Target: Rp2.870 dan Rp3.060. Stop loss di bawah Rp2.460.
Jadi, begitulah pandangan pasar di hari pertama kerja tahun 2026. Ada optimisme, tapi tetap dibayangi kewaspadaan. Semua kembali pada strategi dan risk appetite masing-masing investor.
Artikel Terkait
S&P DJI Lanjutkan Rebalancing Indeks di Indonesia, Pantau Perkembangan Regulasi BEI
S&P Dow Jones Tetap Lanjutkan Rebalancing Indeks di Indonesia Meski Kompetitor Tunda
S&P Tetap Lanjutkan Rebalance Indeks Indonesia di Tengah Keraguan Pesaing
S&P DJI Tegaskan Rebalance Indeks Indonesia Tetap Berjalan Maret 2026