Petrindo Jaya Kreasi Incar Mayoritas Saham Singaraja Putra

- Senin, 29 Desember 2025 | 17:06 WIB
Petrindo Jaya Kreasi Incar Mayoritas Saham Singaraja Putra

Negosiasi serius sedang berlangsung. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), perusahaan tambang di bawah bendera konglomerat Prajogo Pangestu, secara resmi mengumumkan sedang membicarakan rencana pengambilalihan PT Singaraja Putra Tbk (SINI). Targetnya adalah emiten batu bara yang selama ini dikendalikan oleh pengusaha Happy Hapsoro.

Melalui keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia pada Senin (29/12), manajemen Petrindo membeberkan bahwa negosiasi ini berpotensi besar. Jika berhasil, mereka baik secara langsung maupun lewat afiliasi seperti PT Petrosea Tbk bisa menguasai minimal 51% saham SINI. Artinya, status sebagai pemegang saham pengendali baru akan beralih ke tangan mereka.

Ini bukan langkah kecil. Bayangkan saja, bila akuisisi ini benar-benar rampung, Petrindo bakal menguasai konsesi tambang batu bara dengan cadangan menggiurkan: sekitar 378 juta ton. Campuran antara batu bara termal dan metalurgi itu bisa mengantarkan Petrindo ke jajaran perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia. Sebuah lompatan yang signifikan.

Michael, Direktur Utama Petrindo Jaya Kreasi, menjelaskan alasan di balik langkah strategis ini.

“Rencana pengambilalihan ini bertujuan untuk memperkuat aset grup Petrindo, memperluas jaringan usaha, serta menjadi bagian dari strategi pengembangan usaha jangka panjang dalam membangun perusahaan pertambangan dan jasa pertambangan yang terintegrasi,” ujarnya.

Sebenarnya, Petrindo sudah lebih dulu memiliki pijakan. Lewat entitas anaknya, PT Kreasi Jasa Persada, dan beberapa afiliasi, mereka sudah memegang sekitar 19,99% saham SINI. Tapi jelas, itu belum cukup. Saat ini, pembahasan masih berjalan dengan pemegang saham pengendali SINI. Mereka masih menggodok detailnya: skema transaksi seperti apa, berapa banyak saham yang akan dibeli, harga, dan tentu saja, target waktu penyelesaian.

Di sisi lain, SINI sendiri bukan perusahaan biasa. Di baliknya ada nama Happy Hapsoro, pengusaha yang juga dikenal sebagai suami dari Ketua DPR RI, Puan Maharani. Konsesi batu baranya yang luas selama ini memang kerap menjadi incaran banyak investor strategis. Kini, Petrindo yang tampak paling serius mendekat.

Namun begitu, manajemen Petrindo menegaskan bahwa semua rencana ini masih bergantung pada hasil negosiasi. Masih ada beberapa tahap krusial yang harus dilalui: penandatanganan perjanjian definitif, pemenuhan syarat transaksi, dan tentu saja, persetujuan dari regulator sesuai aturan yang berlaku. Belum ada kepastian.

Jika semuanya berjalan mulus dan akuisisi akhirnya tuntas, Petrindo sebagai calon pengendali baru punya kewajiban lanjutan. Mereka wajib menunjuk entitas terkendali untuk melaksanakan penawaran tender wajib (mandatory tender offer) kepada pemegang saham publik SINI. Itu sudah menjadi aturan main di pasar modal. Jadi, jalan masih panjang.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar