Radiant Ruby Company Ltd akhirnya merampungkan proses akuisisinya atas PT Agung Menjangan Mas Tbk. Transaksi ini menandai peralihan kendali perusahaan budidaya udang itu ke tangan Radiant sebagai pemegang saham pengendali yang baru.
Brian Limiardi, Direktur Radiant, membeberkan alasan di balik langkah korporasi ini. Menurutnya, akuisisi ditujukan untuk mendongkrak kinerja AMMS secara drastis. Nantinya, perusahaan akan diarahkan untuk masuk ke sektor keuangan, dengan fokus pada pengembangan produk teknologi yang bersinggungan dengan aset digital.
"Pengembangan termasuk skema digitalisasi atau representasi antara lain instrumen berbasis token sesuai regulasi yang berlaku,"
ujarnya dalam keterbukaan informasi yang dikeluarkan Senin (29/12/2025).
Proses transaksi sendiri sudah final sejak 24 Desember lalu. Radiant menguasai 630 juta saham AMMS, atau setara dengan 51 persen dari total modal yang ditempatkan dan disetor perusahaan. Saham-saham itu dibeli dari dua sumber: PT Mandara Mas Semesta melepas 599,5 juta lembar, sementara Hartono Limmantoro melepas 30,4 juta lembar sahamnya.
Nilai total transaksinya mencapai Rp18,9 miliar.
“Harga pengambilalihan per lembar saham ditetapkan sebesar Rp30,”
tambah Brian. Ia juga menegaskan bahwa seluruh prosedur telah mengikuti aturan main, merujuk pada Pasal 7 ayat (1) huruf a POJK Nomor 9/POJK.04/2018.
Dengan demikian, kepemilikan AMMS resmi berpindah tangan. Brian Limiardi dan David Viratama Batubara tercatat sebagai penerima manfaat akhir (Ultimate Beneficiary Owner) dari Radiant.
Di pasar, respons terhadap akuisisi ini tampak positif. Menjelang siang, saham AMMS melonjak 10 persen ke level Rp420 per lembar. Yang luar biasa, kenaikan sejak awal tahun 2025 sudah menembus 924 persen. Lonjakan fantastis ini mendorong kapitalisasi pasar AMMS melambung hingga Rp519 miliar. Sebuah awal yang menarik di bawah kendali baru.
Artikel Terkait
Wall Street Dibuka Menguat, Investor Fokus ke Data Inflasi Kunci
PTPP Rampungkan Pembangunan Kampus UIN Malang Tahap II Senilai Rp674,66 Miliar
Nagita Slavina Berpotensi Jadi Pengendali Baru Emiten VISI
Rupiah Melemah ke Rp16.828 Didorong Tekanan Fiskal dan Data AS