Lantas, bagaimana prospek rupiah hari ini? Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan pergerakannya akan fluktuatif dengan kecenderungan melemah.
Sentimen negatif utamanya datang dari seberang lautan. Data resmi menunjukkan ekonomi AS tumbuh 4,3% year-on-year di kuartal ketiga 2025. Angka ini melesat jauh di atas ekspektasi pasar yang cuma 3,3%. Kabar bagus dari Negeri Paman Sam itu langsung memicu aliran dana masuk ke aset-aset berdenominasi dolar.
Di sisi lain, kondisi fundamental dalam negeri yang masih relatif stabil disebut bisa menjadi bantalan. Faktor inilah yang diharapkan bisa meredam gejolak dan mencegah pelemahan rupiah menjadi lebih dalam lagi di sisa perdagangan hari ini.
Artikel Terkait
Wall Street Menguat Didorong Sinyal Damai Trump untuk Konflik Iran
Fore Kopi Indonesia Catat Laba Bersih Rp90 Miliar, Naik 55% pada 2025
Pemerintah Resmi Terapkan WFH Setiap Jumat untuk ASN Mulai April 2026
Semen Baturaja Catat Kenaikan Pendapatan dan Laba Bersih di 2025