Hingga akhir tahun 2025, data dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan sesuatu yang cukup mencengangkan. Jumlah Single Investor Identification (SID) telah menembus angka 20,13 juta. Kalau dibandingin sama akhir 2024 yang cuma sekitar 14,8 juta, pertumbuhannya nggak main-main mencapai 35 persen.
Menurut Direktur Utama KSEI, Samsul Hidayat, angka ini jelas jadi cermin. Partisipasi masyarakat di pasar modal makin meluas, dan itu berita bagus. Tapi yang menarik, lonjakan ini nggak cuma didorong sama investor saham biasa. Justru, peran investor reksa dana dan Surat Berharga Negara (SBN) ternyata sangat signifikan.
"Investor yang paling banyak adalah investor reksa dana, jumlahnya sekitar 18,99 juta SID," jelas Samsul dalam acara Media Luncheon di Jakarta, Selasa lalu.
Lalu dia melanjutkan, "Sementara investor saham atau equity sekitar 8,5 juta SID, dan investor SBN sekitar 1,4 juta SID."
Nah, perlu diingat, angka-angka ini nggak bisa dijumlahin begitu aja. Soalnya saling beririsan. Banyak yang main saham sekaligus reksa dana, misalnya.
Artikel Terkait
Tanrise Property (RISE) Catat Laba Melonjak 165% pada 2025 Didorong Apartemen
Ekonom Perkirakan The Fed Pertahankan Suku Bunga Sampai September
Laba Bersih Amman Mineral Anjlok 60% di Tengah Masa Transisi Operasional
Laba Bersih Chandra Asri Melonjak 2.662% Jadi Rp 23,8 Triliun pada 2025