Bencana banjir dan longsor yang menerjang Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat memang memilukan. Tapi di tengah keterbatasan itu, ada secercah harapan yang datang dari tempat yang mungkin tak terduga: dari dapur-dapur sederhana para pelaku usaha ultra mikro.
Ceritanya berawal dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Lembaga ini tak cuma menyalurkan bantuan biasa. Mereka melibatkan nasabahnya langsung untuk ikut membantu. Jadi, bantuan yang sampai ke tangan korban bencana ini punya cerita dan rasa yang berbeda.
Lebih dari 2.000 paket bantuan makanan dikirim ke lebih dari 10 titik. Isinya? Abon kemasan produksi nasabah PNM dari Serang, dan rendang siap saji khas Padang. Bantuan ini disalurkan ke posko pengungsian, dapur umum, bahkan sampai ke rumah nasabah PNM Mekaar di Aceh Tamiang. Ini bukan sekadar logistik. Ini adalah hasil jerih payah para ibu pelaku usaha.
Menurut sejumlah saksi, semangatnya adalah "dari nasabah, untuk nasabah". Sebuah solidaritas yang tumbuh karena rasa senasib dan kepedulian yang sama.
Hani Susanti, nasabah dari Serang yang usahanya membuat abon kemasan, mengaku haru saat diajak terlibat.
“Sebagai pelaku usaha kecil, saya tidak pernah membayangkan produk dari dapur kami bisa sampai ke saudara-saudara di Aceh. Saya merasa bersyukur bisa ikut membantu. Semoga abon ini dapat sedikit menguatkan mereka di tengah kondisi yang sulit,” tutur Hani.
Perasaan serupa diungkapkan Ningsih, perajin rendang siap saji dari Padang. Baginya, kabar bencana itu seperti panggilan hati.
Artikel Terkait
Wall Street Catat Kerugian Pekan Kelima Berturut-turut, Dipicu Ketegangan AS-Iran dan Harga Minyak Melonjak
Wall Street Bersiap Hadapi Pekan Berat, Data Ketenagakerjaan Jadi Penentu Arah Pasar
Gejolak Timur Tengah Bekukan Penerbitan Obligasi Negara Berkembang, Angola Jadi Pengecualian
Wall Street Anjlok, Ketegangan Timur Tengah dan Sinyal Trump Tekan Pasar