PNM kembali dapat penghargaan. Kali ini, mereka dinobatkan sebagai Impactful Corporate Communication in Social Empowerment dalam ajang kumparan Awards Impact Makers 2025. Ini bukti nyata komitmen mereka, yang tak cuma omong kosong, dalam membangun komunikasi yang benar-benar inklusif untuk pemberdayaan sosial.
Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Pemimpin Redaksi kumparan, Arifin Asydhad, pada Kamis lalu, 18 Desember 205. Menurut sejumlah saksi, momennya cukup hangat dan penuh apresiasi. Intinya, PNM dipuji karena konsisten merangkul usaha mikro, terutama yang digerakkan oleh perempuan dari keluarga kurang mampu, lewat dua program andalannya: Mekaar dan ULaMM.
Lalu Dodot Patria Ary, Sekretaris Perusahaan PNM, menyambut baik apresiasi ini.
"Kami sungguh berterima kasih. Penghargaan dari kumparan ini kami anggap lebih dari sekadar piala. Ini adalah simbol dan, yang lebih penting, motivasi untuk kami tidak berhenti memperkuat layanan," ujarnya lewat keterangan tertulis.
"Fokus kami tetap sama: memberdayakan, khususnya ibu-ibu prasejahtera, agar ekonomi keluarga mereka bisa naik kelas."
Kalau kita lihat, program Mekaar memang jadi ujung tombak. Namanya kepanjangan dari Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera. Intinya sederhana: memberikan akses pembiayaan tanpa agunan untuk perempuan pelaku usaha mikro. Tapi, PNM nggak cuma kasih pinjaman. Mereka juga punya sistem pendampingan dan pelatihan berkelanjutan yang kelihatannya memang jalan. Buktinya? Sudah lebih dari 22,7 juta nasabah tersebar di seluruh Indonesia yang merasakan dampaknya.
Nah, komunikasi inklusif yang diganjar penghargaan itu bentuknya nyata. Salah satunya lewat Pertemuan Kelompok Mingguan atau PKM. Ini semacam forum rutin, tempat para nasabah belajar bersama. Dari sini, mereka bisa dapat pelatihan kewirausahaan, literasi keuangan dasar, sampai diajari strategi pemasaran digital yang praktis. Jadi, bukan sekadar urusan utang-piutang.
Di sisi lain, PNM punya program lain yang tak kalah penting: ULaMM atau Unit Layanan Modal Mikro. Program ini sasarannya lebih luas, bisa untuk perorangan atau badan usaha yang butuh suntikan modal. Yang menarik, ULaMM juga punya opsi syariah. Jadi, mereka yang menginginkan pembiayaan sesuai prinsip syariah punya pilihan.
Jadi, penghargaan ini bukan datang tiba-tiba. Ada kerja keras di baliknya, dan yang paling penting, ada jutaan cerita kecil di lapangan yang perlahan-lahan berubah.
Artikel Terkait
BEI Cabut Suspensi Saham DPUM, Perdagangan Kembali dengan Mekanisme Khusus
Bundamedik (BMHS) Targetkan Pertumbuhan Dua Digit pada 2026
NPGF Dapat Kredit Rp54,02 Miliar dari Bank Sinarmas untuk Modal Kerja
Jinlong Resources Mulai Tender Wajib atas Saham Hotel Fitra International