Rompi WAMEN HAJI Dahnil Bikin Warganet Geli dan Sinis

- Selasa, 13 Januari 2026 | 18:00 WIB
Rompi WAMEN HAJI Dahnil Bikin Warganet Geli dan Sinis

Kalau soal tingkah, Dahnil Anzar Simanjuntak memang tak pernah kehabisan ide. Mantan jubir Prabowo yang kini menjabat Wakil Menteri Haji ini kembali bikin netizen mengernyitkan dahi.

Baru-baru ini, dia memamerkan perjalanannya ke kantor menggunakan kereta. Bukan naik transportasi umumnya yang jadi sorotan, tapi rompi yang dia kenakan. Tulisan "WAMEN HAJI" terpampang besar di dada, seolah tak ingin ada yang luput mengenali statusnya.

Foto itu diunggahnya ke media sosial X. Reaksi warganet pun beragam, dari yang geli sampai yang sinis.

"Naek kereta ke kantor tapi pake rompi bertuliskan 'WAMEN'. Lo sehat?" tulis salah satu akun, menyentil.

Ada yang langsung menimpali dengan nada guyon, "Biar apa.?? Biar SEMUA ORANG TAU KALAU DIA PEJABAT 🤣🤣🤣🤣".

Tapi tak semua melihatnya sebagai lelucon. Beberapa pengamat justru mencium aroma pencitraan yang terlalu dipaksakan. "Pergi kerja, tapi gak bawa tas, malah bawa kameramen sampe bisa di beberapa angle. Keliatan banget," komentar yang lain. "Bisa tiba-tiba pegang payung, berarti ada staf-staf lain yang bawain semua bawaan itu. Gila sih ini mah."

Kritik lain datang dengan nada lebih serius. Seorang netizen mengutip hadits tentang niat, mengingatkan bahwa segala amal bergantung pada tujuan di baliknya. Implikasinya jelas: apakah naik kereta ini benar-benar untuk merakyat, atau sekadar untuk pamer?

Di sisi lain, ada juga yang menyindir langsung dengan kata-kata pedas. "Pencitraanmu norak!" tulis seorang pengguna X lainnya.

Fenomena ini seakan mengulang pola yang kerap kita lihat. Beberapa pejabat memang gemar menunjukkan diri sedang menggunakan transportasi umum, lengkap dengan dokumentasi yang terlihat tidak spontan. Alih-alih terkesan rendah hati, yang muncul justru kesan pencitraan yang dibuat-buat.

Lucu-lucu sekaligus menggelitik. Begitulah tingkah polah sejumlah pejabat kita. Di satu sisi, mereka ingin terlihat dekat dengan rakyat. Namun di sisi lain, cara yang dipilih justru menimbulkan tanya: sejauh mana keasliannya?

Pertanyaan itu tentu hanya bisa dijawab oleh sang pejabat sendiri. Yang jelas, di mata publik, aksi seperti ini seringkali terlihat sebagai drama singkat yang kurang meyakinkan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar