Perdagangan saham siang ini, Selasa (23/12), ditutup dengan sentimen yang kurang menggembirakan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau melemah, berakhir di zona merah dengan penurunan 0,37 persen ke level 8.614,187.
Tak cuma IHSG, Indeks LQ45 juga ikut tertekan. Indeks yang menghimpun saham-saham likuid itu anjlok lebih dalam, yakni 0,80 persen, ke posisi 852,848. Pergerakan saham di dalam negeri tampak beragam. Dari sekian banyak saham yang diperdagangkan, 301 tercatat menguat, namun 348 lainnya justru melemah. Sementara itu, ada 154 saham yang harganya stagnan alias tak berubah.
Meski indeks melemah, aktivitas perdagangan terpantau cukup sibuk. Frekuensi transaksi tercatat mencapai 1,7 juta kali. Total volume yang berpindah tangan pun besar, sekitar 23,09 miliar saham dengan nilai transaksi yang menembus angka Rp 14,548 triliun.
Bagaimana dengan top gainers siang ini?
Di tengah pelemahan umum, tentu saja masih ada sejumlah saham yang mampu mencetak keuntungan. Beberapa emiten berhasil menjadi penyelamat portofolio, meski mayoritas lainnya terpuruk.
Kondisi pasar valas juga tak terlalu mendukung. Menurut pantauan data Bloomberg, nilai tukar rupiah siang ini sedikit melemah. Mata uang kita melemah tipis 4 poin, atau setara 0,02 persen, ke level Rp 16.781 per dolar AS.
Lalu, bagaimana kabar bursa Asia lainnya?
Sentimen serupa ternyata juga terasa di sejumlah bursa regional. Di Tokyo, Indeks Nikkei 225 turun 0,22 persen ke 50.289,8. Sementara di Hong Kong, Indeks Hang Seng hampir-hampir flat, hanya turun 0,01 persen ke 25.798,8.
Namun begitu, tidak semua pasar berwarna merah. Ada juga yang mencatatkan penguatan. Indeks SSE Composite di Shanghai, China, berhasil naik 0,44 persen ke 3.926,84. Begitu pula dengan Indeks Straits Times di Singapura yang menguat dengan persentase sama, 0,44 persen, ke level 4.630,4.
Jadi, secara keseluruhan, suasana perdagangan siang ini di dalam negeri cenderung lesu. Investor tampak lebih berhati-hati, menunggu sinyal yang lebih jelas sebelum mengambil langkah besar.
Artikel Terkait
IHSG Anjlok 4,73% di Pekan Pertama Februari, Investor Asing Lakukan Aksi Beli Bersih
Wall Street Menguat di Awal Sesi, Tekanan Sektor Teknologi dan EV Masih Membayangi
Moodys Turunkan Outlook Kredit Raksasa Korporasi dan BUMN Indonesia Jadi Negatif
IHSG Terkoreksi 2,08%, Mayoritas Sektor Berada di Zona Merah