Jeje Tembus Peringkat 11 di Dakar Classic, Ban Robet Jadi Alarm di Etape Perdana

- Senin, 05 Januari 2026 | 17:24 WIB
Jeje Tembus Peringkat 11 di Dakar Classic, Ban Robet Jadi Alarm di Etape Perdana

Julian Johan, atau yang akrab disapa Jeje, memulai petualangannya di Rally Dakar 2026 dengan langkah yang cukup meyakinkan. Bahkan, bisa dibilang ia melampaui ekspektasi.

Special Stage pertama di Yanbu, Arab Saudi, digelar Minggu (4/1/2026). Bersama co-driver asal Prancis, Mathieu Monplaisi, Jeje bukan cuma sekadar finis. Mereka malah melesat ke posisi keenam di kelas H2 dan menduduki peringkat ke-11 secara keseluruhan di kategori Dakar Classic. Padahal, etape yang harus dituntaskan sepanjang 219 kilometer itu jauh lebih berat dibanding prolog sehari sebelumnya yang cuma 24 kilometer.

“Stage satu ini luar biasa!” ujar Jeje dalam rilis resminya.

“Dari alamnya, dari tantangan treknya, dan dari jaraknya. Di SS pertama ini saya telah berhasil melewati rute sejauh 219 kilometer. Jadi hari ini benar-benar baru terasa sekali tantangan beratnya sebuah Dakar,” imbuhnya.

Secara teknis, Toyota Land Cruiser 100 yang ditumpanginya berjalan mulus. Tapi ada momen menegangkan sesaat sebelum start: ban depan kanan robek setelah menghantam batu tajam. Jeje mengaku insiden itu terjadi karena dirinya masih belum sepenuhnya terbiasa dengan setir kiri mobil dari tim Compagnie Saharienne itu.

“Karena memang saya yang kurang bisa mahir atau terbiasa membawa setir kiri itu jadinya terlalu ke kanan dan menghantam batu tersebut. Tapi syukur Alhamdulillah enggak butuh waktu lama, jadi kita start ss masih aman,” jelasnya.

Kini, tantangan berikutnya sudah menunggu. SS kedua akan membentang sejauh 316 kilometer dari Yanbu menuju Alula. Menyikapi itu, Jeje sudah punya strategi berbeda. Dia memutuskan untuk tidak memaksakan kecepatan. Yang penting, mobil tetap terjaga untuk etape-etape panjang selanjutnya.

“Jadi dari ritmenya untuk membawa mobilnya tidak benar-benar di push, bahkan jauh lebih santai ketimbang saat saya sedang rally raid misalnya di IRRA atau AXCR sekalipun,” beber Jeje.

“Di sini masih harus menjaga mobil lebih jauh lagi, lebih maksimal lagi karena jaraknya lebih panjang dan medannya lebih berat dan durasinya lebih lama.”

Kolaborasi dengan Mathieu Monplaisi memang terlihat solid dan membuahkan hasil. Tapi Jeje enggan berpuas diri. Targetnya jelas: menyelesaikan seluruh rangkaian lomba sampai garis akhir pada 17 Januari 2026. Masih ada 12 hari balapan di depan mata, sehingga konsistensi dan keselamatan adalah kunci utama.

“Tapi kembali lagi, buat saya enggak ada keharusan untuk bisa ngepush lebih jauh lagi, karena yang utama adalah bisa mencapai finish, bisa menyelesaikan semua SS sampai nanti tanggal 17 Januari,” pungkasnya.

“Jadi kembali lagi hasil yang baik itu menjadi nomor dua, yang penting hasilnya finis dulu nomor satunya.”

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar