Di sisi lain, bisnisnya sendiri juga mau dirombak. Perusahaan berencana mengoptimalkan aset properti yang sudah ada. Yang menarik, mereka juga berancang-ancang masuk ke sektor kesehatan. Ini bagian dari transformasi bisnis yang katanya bakal memperbaiki prospek usaha ke depan.
"Perseroan meyakini bahwa kombinasi antara perbaikan struktur kepemilikan saham dan penguatan fundamental usaha akan memberikan dampak positif terhadap kinerja operasional, keuangan, serta persepsi pasar terhadap saham perseroan,"
tutur Sukardi menambahkan.
Masalahnya, aturan BEI memang ketat. Emiten wajib punya free float minimal 7,5 persen atau setidaknya 50 juta saham. Sayangnya, hingga saat ini MTSM belum sanggup memenuhi syarat itu. Itulah sebabnya suspensi di awal tahun ini tak terhindarkan, setelah sebelumnya masuk daftar pantauan khusus sejak pertengahan Juli 2024.
Jadi, perjalanan Metro Realty untuk keluar dari suspensi masih panjang. Semua mata kini tertuju pada realisasi rencana divestasi dan tarik ulur negosiasi dengan investor baru.
Artikel Terkait
Gubernur Fed Stephen Miran Desak Pemotongan Suku Bunga Lebih Agresif Dukung Pasar Tenaga Kerja
Wall Street Menguat Didorong Pernyataan Trump Soal Iran, Teheran Bantah Klaim Kontak
TOWR Catat Laba Bersih Rp3,68 Triliun di 2025, Tumbuh 10,3%
Tiga Emiten Siap Bagikan Dividen Tunai Rp13,17 Triliun pada April 2026