Premi risiko yang diukur lewat credit default swap (CDS) Indonesia tenor 5 tahun memang turun. Per 18 Desember, angkanya menyentuh 69,80 basis poin. Sebelumnya, pada 12 Desember, posisinya masih di 71,22 bps.
Kalau kita lihat perjalanan sepanjang tahun 2025, ceritanya memang belum berbalik sepenuhnya. Data kumulatif hingga 18 Desember menunjukkan, posisi investor nonresiden masih tercatat jual bersih di hampir semua instrumen. Rinciannya cukup besar: jual neto Rp 25,04 triliun di pasar saham, Rp 2,00 triliun di SBN, dan yang paling besar di SRBI yang mencapai Rp 112,39 triliun.
Menghadapi dinamika ini, Denny menegaskan komitmen Bank Indonesia. Mereka akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait. Tujuannya jelas, menjaga stabilitas ekonomi nasional agar tetap solid.
“Serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia,”
pungkasnya menutup pernyataan.
Artikel Terkait
IEA Peringatkan Kerusakan Aset Energi di Timur Tengah Picu Krisis Global
Harga Emas Antam Turun Rp50 Ribu per Gram Pasca-Lebaran, Galeri24 dan UBS Stabil
Harga Emas Antam Turun Rp50 Ribu per Gram, Galeri24 dan UBS Stabil
Harga Emas Antam Turun Rp50 Ribu per Gram Usai Lebaran