Optimisme mengalir dari kalangan pengusaha industri. Mereka yakin, diplomasi ekonomi yang digalang pemerintah lewat pengembangan kawasan industri bisa jadi motor penggerak perekonomian dalam negeri. Hal ini mengemuka setelah Kementerian Luar Negeri dan Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menandatangani nota kesepahaman.
Kerja sama itu diteken untuk memperkuat industri dan mendongkrak target pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen. Penandatanganan dilakukan di hadapan dua menteri, yakni Menlu Sugiono dan Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita.
Menurut Ketua Umum HKI Akhmad Ma’ruf Maulana, kolaborasi ini intinya menyinergikan diplomasi luar negeri dengan penguatan industri nasional.
“Nota Kesepahaman ini memperkuat sinergi antara diplomasi luar negeri dan pengembangan industri nasional. Kawasan industri adalah bukti kesiapan Indonesia di mata investor global,”
Ucap Ma’ruf dalam keterangannya, Minggu (21/12).
Dia bilang, kawasan industri itu menawarkan paket siap jadi. Lahan sudah ada, infrastruktur terbangun, ekosistemnya pun jalan. Dengan kondisi seperti itu, realisasi investasi dan penciptaan lapangan kerja bisa jauh lebih cepat.
“Target pertumbuhan 8 persen membutuhkan instrumen yang siap bekerja. Kawasan industri adalah mesin pertumbuhan yang efektif karena mampu mendorong investasi, hilirisasi, dan penyerapan tenaga kerja secara cepat,”
tambahnya lagi.
Ma’ruf meyakini, target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen itu realistis jika investasi produktif difokuskan ke kawasan industri yang memang sudah siap beroperasi. Di sisi lain, Kemlu akan berperan mengarahkan minat investor global ke sektor dan lokasi yang benar-benar matang. Jadi, diplomasi ekonomi nggak cuma omong kosong, tapi berujung pada realisasi yang nyata.
Intinya, melalui nota ini, HKI siap jadi mitra aktif Kemlu. Mereka ingin menjadikan kawasan industri sebagai wajah konkret diplomasi ekonomi Indonesia sebuah langkah yang diharapkan langsung berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Artikel Terkait
Wall Street Melemah, Sektor Teknologi Tertekan oleh Kekhawatiran AI dan Data Pasar Tenaga Kerja
OJK Bentuk Satgas Reformasi Integritas Pasar Modal, Naikkan Batas Free Float Jadi 15%
IHSG Turun 0,53% ke 8.103,88, Mayoritas Sektor Terkoreksi
Rupiah Melemah ke Rp16.842 per Dolar Dihantam Sentimen Geopolitik Timur Tengah