Nah, arahan presiden itu sederhana: pesawat Hercules atau helikopter yang membawa logistik bantuan ke Aceh, jangan kembali kosong. Manfaatkan untuk membawa pulang hasil bumi petani. Sebuah ide yang simpel tapi berdampak langsung.
Di Jakarta, penyaluran cabai itu dikoordinasi dengan pedagang di Pusat Informasi Pasar Kramat Jati (PIKJ). Amran berharap kebijakan ini bisa menyeimbangkan seluruh rantai pasok, dari petani hingga ke konsumen akhir. Ia ingin semua pihak merasakan manfaatnya.
“Kita ingin semua tersenyum. Petani tersenyum, pedagang tersenyum, dan konsumen tersenyum karena harga tetap stabil. Jangan ada berteriak salah satunya,” ujar Amran.
Pada intinya, langkah ini lebih dari sekadar menyerap panen. Ini adalah komitmen untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani dan memastikan kehadiran negara terasa, terutama saat petani berada dalam situasi darurat. Sebuah upaya konkret agar distribusi pangan tetap lancar dan petani terlindungi.
Artikel Terkait
Laba Bersih Amman Mineral Anjlok 60% di Tengah Masa Transisi Operasional
Laba Bersih Chandra Asri Melonjak 2.662% Jadi Rp 23,8 Triliun pada 2025
IHSG Berbalik Anjlok 1,21% di Sesi I, Sektor Energi dan Industri Tertekan
Laba Bersih DGWG Tembus Rp218,85 Miliar di 2025, Didongkrak Pendapatan Rekor