Dia lalu menambahkan, "Saya tidak berpikir dia harus melakukan persis apa yang kami katakan, tapi tentu saja sukuara presiden seharusnya bisa didengarkan."
Pernyataan ini langsung menjadi sorotan. Pasalnya, independensi The Fed adalah fondasi kebijakan moneter AS. Pasar dan investor selama ini bergantung pada keputusan bank sentral yang bebas dari tekanan politik, semua demi stabilitas harga.
Di sisi lain, sikap Trump ini bukan hal baru. Dia sudah berkali-kali mengkritik Jerome Powell, menilai langkah The Fed dalam memangkas suku bunga terlalu lambat dan berhati-hati. Baru Rabu lalu, The Fed memutuskan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin.
Kini, dengan isyarat pergantian pimpinan dan keinginan untuk lebih terlibat, Trump seolah sedang menyiapkan babak baru dalam hubungan Gedung Putih dengan bank sentral. Arahnya masih samar, tapi gaungnya sudah terdengar.
Artikel Terkait
IHSG Anjlok 7%, Investor Lokal Justru Tembus 21 Juta
Saham Gocap Melonjak Gila-Gilaan di Tengah IHSG yang Terkapar
Transkon Jaya Tarik Pinjaman Rp25 Miliar dari Induk Perusahaan
DAAZ Gandeng Raksasa Global Garap Baterai Kendaraan Listrik