Kerja sama ini memang lebih dari sekadar transaksi bisnis biasa. Kedua belah pihak berkomitmen untuk memperkuat rantai pasok. Mereka juga akan fokus pada integritas data distribusi dan, yang tak kalah penting, memperluas jangkauan produk Merck ke lebih banyak wilayah di Indonesia.
Dari kacamata grup Medela Potentia, kemitraan ini membuka peluang pertumbuhan yang signifikan. Direktur Utama Medela Potentia, Krestijanto Pandji, melihatnya sebagai peluang untuk mengoptimalkan jaringan distribusi AAM yang sudah ada.
“Ini sejalan dengan strategi kami untuk memperluas portofolio prinsipal dan memperkuat posisi grup sebagai mitra distribusi terkemuka,” kata Krestijanto.
Dia menambahkan, kerja sama dengan Merck bukan cuma menambah kedalaman portofolio. Lebih dari itu, ini adalah bukti kepercayaan mitra global terhadap standar operasional yang dibangun AAM. “MDLA berkomitmen untuk terus menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham melalui kolaborasi strategis seperti ini,” tegasnya.
Jadi, kolaborasi AAM dan Merck ini bisa dibilang sebuah langkah besar. Ia mempertegas kemampuan operasional perusahaan lokal dalam memenuhi standar internasional, sekaligus membuka babak baru dalam distribusi produk kesehatan di tanah air.
Artikel Terkait
IHSG Melaju Sendiri, Tembus 8.329 di Tengah Gejolak
Di Tengah Gejolak Pasar, Iman Rachman Lepas Jabatan Puncak BEI
Erwin Ciputra Gelontorkan Rp2,5 Miliar untuk Beli Saham CDIA
Gejolak Pasar Paksa Dirut BEI Angkat Kaki, Investor Menunggu Langkah Selanjutnya