Investor Asing Serbu Saham Perbankan, IHSG Melonjak 1,46%

- Minggu, 07 Desember 2025 | 13:55 WIB
Investor Asing Serbu Saham Perbankan, IHSG Melonjak 1,46%

Modal asing kembali membanjiri pasar saham kita. Itulah yang terjadi sepanjang pekan pertama Desember 2025, di mana arus masuknya tercatat jauh lebih besar dibandingkan tujuh hari sebelumnya. Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan, net buy alias pembelian bersih oleh investor asing mencapai Rp2,48 triliun. Angka ini melonjak signifikan dari catatan pekan lalu yang 'hanya' Rp992,41 miliar.

Kalau dirinci, total pembelian mereka sebesar Rp30,99 triliun, sementara penjualannya Rp28,51 triliun. Jadi, selisihnya memang positif dan cukup besar. Menariknya, dana segar itu sebagian besar mengalir deras ke saham-saham perbankan yang berkapitalisasi besar.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) jadi primadona utama. Saham emiten ini kebanjiran net buy terbesar, yakni Rp2,63 triliun. Harganya pun merespons positif, menguat 0,91 persen ke level Rp8.300 per lembar saham di penutupan perdagangan.

Tak jauh di belakang, ada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan net buy Rp2,17 triliun. Meski dibeli asing, saham BBRI justru ditutup melemah 1,08 persen ke Rp3.650.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga masuk dalam daftar incaran. Net buy-nya mencapai Rp1,88 triliun, meski sahamnya sedikit terkoreksi 0,41 persen ke harga Rp4.900 per saham. Data ini dirilis BEI dan diakses pada Minggu, 7 Desember.

Tapi, sektor lain juga tak ketinggalan. Saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA), misalnya, mencatatkan net buy Rp1,87 triliun. Aksi beli ini mendorong harga MORA melesat hampir 10 persen, tepatnya 9,89 persen, menjadi Rp9.725.

Lalu ada PT MD Entertainment Tbk (FILM) yang dibeli asing senilai Rp1,38 triliun secara bersih. Sahamnya pun ikut naik 5,01 persen, ditutup di Rp11.000.

Dampaknya terhadap indeks? Cukup jelas. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat 1,46 persen ke posisi 8.632,761, dari sebelumnya di 8.508,706. Sepanjang pekan, IHSG sempat berayun antara level 8.493,245 dan 8.689,099. Pergerakannya cukup dinamis, mencerminkan sentimen yang berubah-ubah di tengah derasnya aliran dana.

(DESI ANGRIANI)

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar