Pasar saham Indonesia kembali dibuka dengan sinyal positif. Pada Kamis, 4 Desember 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung melesat ke zona hijau, mengawali perdagangan di level 8.646,65. Suasana optimis itu masih terasa satu menit kemudian, di mana indeks bertahan di posisi 8.625,72. Angka itu menunjukkan kenaikan 13,93 poin atau sekitar 0,16% dari penutupan Rabu kemarin.
Yang menarik, IHSG sempat menyentuh level tertinggi pagi ini di 8.650,30. Posisi itu mendekati rekor tertinggi sepanjang masa, memberi angin segar bagi para investor. Aktivitas perdagangan pun cukup ramai, ditandai dengan total volume transaksi yang mencapai 1,61 miliar saham. Nilainya sekitar Rp740,7 miliar, dengan frekuensi transaksi melewati 122 ribu kali.
Secara keseluruhan, lebih banyak saham yang menguat. Sekitar 263 emiten tercatat hijau, sementara 205 lainnya melemah. Ada pula 488 saham yang stagnan, cenderung datar.
Tak cuma IHSG, kelompok indeks lainnya juga ikut merasakan sentuhan positif. Indeks LQ45 naik 0,44% ke level 852,93. Indeks IDX30 juga menguat 0,33%, dan indeks syariah ISSI bertambah 0,28%.
Namun begitu, pergerakan sektor berjalan variatif. Ada yang melaju kencang, ada pula yang justru tertekan.
Sektor teknologi (IDXTECHNO) jadi primadona pagi ini, melonjak 0,71%. Sektor industri (IDXINDUST) juga solid dengan kenaikan 0,37%. Di sisi lain, beberapa sektor justru terlihat lesu. Sektor nonsiklikal (IDXNONCYC) turun 0,18%, diikuti oleh sektor properti dan infrastruktur yang sama-sama terkoreksi tipis.
Nah, kalau lihat saham-saham unggulan di LQ45, ada beberapa nama yang jadi penyumbang kenaikan. UNTR (United Tractors) meroket 2,61% ke level Rp29.450 per saham. DSSA (Dian Swastatika Sentosa) juga kuat, naik 2,30%. Saham MAPI (Mitra Adiperkasa) tak ketinggalan, terapresiasi 1,22%.
Tapi tentu, tidak semua beruntung. Beberapa saham besar justru masuk dalam daftar pelemah.
SMGR (Semen Indonesia) tergelincir 1,75%, diperdagangkan di Rp2.810. MDKA (Merdeka Copper Gold) juga melemah 1,33%. Saham MEDC (Medco Energi Internasional) ikut turun, meski koreksinya lebih ringan di 1,15%.
Pergerakan pasar pagi ini menunjukkan dinamika yang cukup menarik. Investor tampaknya masih selektif, meski sentimen secara umum masih cukup hangat untuk mendorong IHSG bertahan di wilayah hijau.
Artikel Terkait
Reformasi Pasar Modal Indonesia Dinilai Bukan Sekadar Ikuti Tren, tapi Kebutuhan Struktural
Pertamina Geothermal Energi Bagikan Dividen Rp2,14 Triliun untuk Tahun Buku 2025
Wall Street Tertekan, Ketegangan AS-Iran dan Kekhawatiran AI Tekan Saham Teknologi
BELL Setujui Dividen Rp10 Miliar di Tengah Tekanan Industri Tekstil