PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) baru saja mengumumkan rencana bagi hasil yang cukup menggiurkan bagi para pemegang sahamnya. Perusahaan itu bakal membagikan dividen tunai interim untuk tahun buku 2025, dengan nilai total yang mencapai Rp519,72 miliar. Kalau dirinci per lembar saham, angkanya sekitar Rp35.
Keputusan ini sendiri sudah disetujui oleh Dewan Komisaris pada 28 November lalu, seperti terlihat dalam keterbukaan informasi yang dirilis ke BEI, Selasa kemarin. Rencananya, pembagian dividen ini bakal mengikuti jadwal yang sudah ditetapkan.
Di sisi lain, kinerja keuangan BFIN sepanjang tahun ini tampak solid. Hingga akhir September 2025, laba bersih yang diatribusikan ke entitas induk tercatat melambung hingga Rp1,16 triliun. Angka ini tentu menjadi fondasi yang kuat untuk aksi bagi-bagi dividen tersebut.
Tak hanya itu, posisi ekuitas perseroan juga terlihat sehat, berada di level Rp10,89 triliun. Sementara saldo laba ditahan yang bebas digunakan masih ada sekitar Rp9,95 miliar.
Nah, untuk kamu para investor, ini jadwal lengkapnya yang perlu dicatat:
Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi bakal berlaku pada 10 Desember 2025. Esok harinya, 11 Desember, statusnya berubah menjadi ex dividen di pasar yang sama.
Sedangkan untuk pasar tunai, cum dividen jatuh pada 12 Desember, lalu ex dividen-nya menyusul di tanggal 15 Desember.
Yang paling penting, recording date-nya ditetapkan pada 12 Desember 2025. Jadi, pastikan kepemilikan saham kamu sudah tercatat pada tanggal itu kalau mau dapat hak dividen. Pembayaran uang tunainya sendiri baru akan dilakukan pada 18 Desember mendatang.
Menarik untuk dilihat, langkah BFIN ini bisa dibilang sebagai sinyal positif di tengah dinamika pasar yang bergejolak. Mereka tak hanya menunjukkan performa yang baik, tapi juga berkomitmen membagikan hasilnya langsung ke investor.
Artikel Terkait
IHSG Diprediksi Menguat ke Level 6.100 Pekan Depan, Didorong Sentimen Global dan Domestik
BP Tapera Salurkan 77.532 Unit Rumah Subsidi Lewat FLPP hingga Juni 2026, Baru Capai 22,15 Persen dari Target
IHSG Diproyeksikan Tembus Level 6.100 Pekan Depan, Didukung Meredanya Ketegangan Global dan Penguatan Rupiah
Samuel Sekuritas Pangkas Proyeksi Laba Perbankan 2026 Jadi 1,8 Persen Imbas Tekanan Rupiah dan Suku Bunga