Indonesia Siapkan Rp 16,6 Triliun untuk Kartu Anggota BRICS

- Selasa, 02 Desember 2025 | 12:18 WIB
Indonesia Siapkan Rp 16,6 Triliun untuk Kartu Anggota BRICS

Di tengah acara Rapimnas Kadin Indonesia di Jakarta Pusat, Senin lalu, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan kabar penting. Indonesia resmi bergabung dengan BRICS. Bagi Airlangga, ini bukan sekadar formalitas. Langkah ini ibarat pintu masuk strategis untuk membuka akses pasar lebih lebar dan sekaligus mengokohkan posisi Indonesia di kancah Global South.

Namun begitu, keanggotaan itu ternyata punya konsekuensi langsung. Pemerintah sepakat untuk menyetor dana tak main-main ke New Development Bank (NDB), bank pembangunan yang digawangi BRICS. Nilainya mencapai satu miliar dolar AS, atau sekitar Rp 16,61 triliun.

"Bergabungnya Indonesia juga ditindaklanjuti dengan bergabung kepada New Development Bank," jelas Airlangga.

"Dan pemerintah sudah sepakat untuk memberikan dana USD 1 miliar untuk investasi New Development Bank," tambahnya.

Menurutnya, komitmen finansial ini menunjukkan satu hal: Indonesia tak mau cuma jadi anggota pasif. Mereka ingin langsung terjun, berperan aktif dalam mempersiapkan dan memperkuat fondasi bank tersebut. Jadi, sejak awal kita sudah ikut terlibat, bukan cuma numpang nama.

Di sisi lain, keputusan ini sebenarnya punya akar sejarah yang dalam. Ini sejalan dengan peran Indonesia yang pernah memimpin Konferensi Asia-Afrika. Makanya, wajar kalau sekarang Indonesia mempererat hubungan dengan negara-negara besar macam China, India, Brasil, dan Rusia yang notabene adalah tulang punggung BRICS.

"Dengan BRICS kita juga melihat merupakan potensi kerjasama global south," papar Airlangga.

"Sebagai konsekuensi Indonesia memimpin konferensi Asia-Afrika, maka normal dengan BRICS ini ada China, ada India, ada Brasil, ada Rusia," katanya menegaskan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar