BRI Kembali Kantongi Predikat Sangat Tepercaya di Tengah Gejolak Global

- Senin, 01 Desember 2025 | 15:18 WIB
BRI Kembali Kantongi Predikat Sangat Tepercaya di Tengah Gejolak Global

BRI kembali membuktikan diri. Di ajang Indonesia Trusted Companies 2025, bank plat merah itu meraih predikat "Sangat Tepercaya" berdasarkan indeks tata kelola perusahaan atau CGPI 2024. Ini bukan kali pertama, tentu saja. Penghargaan dari The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG) dan Majalah SWA itu menegaskan posisi BRI sebagai salah satu perusahaan dengan tata kelola terbaik di negeri ini.

Menurut sejumlah saksi, konsistensi dalam menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) jadi kunci utamanya. Tahun ini, hanya 25 perusahaan yang berhasil mencapai skor tertinggi, dan BRI termasuk di dalamnya.

Pencapaian ini datang di waktu yang tepat. Bayangkan saja, kondisi global sedang tidak menentu. Pertumbuhan ekonomi lesu, ketegangan geopolitik memanas, dan ketidakpastian pasar dimana-mana. Di tengah situasi serba rumit itu, tata kelola yang kokoh bukan lagi sekadar pajangan. Itu adalah fondasi vital untuk bertahan, bahkan tumbuh.

Direktur Human Capital & Compliance BRI, A. Solichin Lutfiyanto, menyoroti peran seluruh karyawan dalam meraih prestasi ini.

“Predikat Sangat Tepercaya pada CGPI 2024 merupakan hasil dari kerja keras seluruh Insan BRILian yang terus menjunjung tinggi nilai integritas serta prinsip-prinsip GCG dalam setiap aktivitas operasional. Bagi kami, tata kelola bukan sekadar kepatuhan, tetapi fondasi penting untuk memastikan keberlanjutan bisnis dan menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Solichin juga menyinggung soal tantangan ke depan yang makin kompleks. Dunia bisnis sekarang bergerak cepat dan sulit ditebak.

“Karena itu, BRI terus memperkuat kapabilitas dinamis serta membangun budaya perusahaan yang adaptif agar mampu mengidentifikasi peluang baru, berinovasi, dan menjaga daya saing secara berkelanjutan. Penerapan GCG yang kuat menjadi kunci dalam memastikan setiap langkah tersebut berjalan secara etis, terukur, dan bertanggung jawab,” tambahnya.

Nah, tema CGPI tahun ini sendiri sebenarnya sejalan dengan pernyataan itu: “Membangun Kapabilitas Dinamis Perusahaan dalam Kerangka GCG”. Intinya, perusahaan dituntut lincah dan proaktif, bukan cuma bisa bereaksi. Di era yang serba VUCA ini, disrupsi teknologi dan dinamika global memaksa semua pihak untuk lebih gesit mengelola sumber daya dan membangun keunggulan.

Proses penilaiannya sendiri cukup ketat. Ajang itu diikuti 52 perusahaan dari beragam sektor. Penilaiannya dilakukan melalui self-assessment, pemeriksaan dokumen, hingga observasi langsung yang melibatkan jajaran direksi, komisaris, dan berbagai pemangku kepentingan. Fokus penilaian ada pada tiga aspek: struktur, proses, dan hasil tata kelola. Metode Analytical Network Process (ANP) digunakan untuk menentukan bobot, sebelum akhirnya skor dikelompokkan jadi tiga kategori: Sangat Tepercaya, Tepercaya, dan Cukup Tepercaya.

Pada akhirnya, pencapaian BRI ini lebih dari sekadar piala atau sertifikat. Ini adalah cerminan komitmen nyata. Transparansi, akuntabilitas, integritas, dan kehati-hatian dalam setiap keputusan bisnis bukanlah slogan kosong. Dengan tata kelola yang kuat, BRI berusaha memastikan kinerja berkelanjutan sekaligus menjaga kepercayaan dari pemegang saham, regulator, hingga masyarakat luas.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar