BEI Bekukan Perdagangan IBFN dan PADA, Harga Tembus di Atas 100%

- Senin, 01 Desember 2025 | 09:05 WIB
BEI Bekukan Perdagangan IBFN dan PADA, Harga Tembus di Atas 100%
Perdagangan Saham IBFN dan PADA Dihentikan Sementara

Perdagangan Saham IBFN dan PADA Dihentikan Sementara

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengambil langkah tegas pada Senin (1/12/2025) dengan menghentikan sementara perdagangan saham PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN) dan PT Personel Alih Daya Tbk (PADA). Langkah ini langsung diterapkan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai sejak sesi pertama perdagangan berlangsung.

Alasannya? Harga kedua saham ini dinilai melonjak secara tidak wajar. Kenaikan kumulatifnya cukup signifikan sehingga membuat Bursa merasa perlu turun tangan.

"Bursa memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham PADA dan IBFN mulai sesi I tanggal 1 Desember 2025 sampai dengan pengumuman lebih lanjut,"

Begitulah bunyi pengumuman resmi yang dikeluarkan BEI. Intinya, pemberhentian sementara ini dimaksudkan untuk mendinginkan suasana. Pelaku pasar diberikan jeda untuk bernapas sejenak dan mempertimbangkan kembali keputusan investasi mereka dengan kepala yang lebih dingin, khususnya untuk kedua saham ini.

Kalau kita lihat pergerakannya, aksi PADA memang cukup fantastis. Sahamnya melesat 12,36 persen ke level Rp200 pada Jumat (18/11/2025) lalu. Dalam rentang sepekan, akumulasinya bahkan mencapai 35,14 persen. Yang lebih gila lagi, dalam satu bulan terakhir, PADA berhasil mencetak keuntungan luar biasa sebesar 104,08 persen. Wajar saja Bursa waspada. Ini pun bukan kali pertama PADA mendapat perhatian khusus. Saham ini sudah sempat 'digembok' pada Kamis (27/11/2025) setelah catat kenaikan harian rata-rata 9 persen selama tiga hari berturut-turut.

Di sisi lain, IBFN juga tak kalah panas. Sahamnya mengalami auto reject atas (ARA) di papan FCA sepanjang pekan lalu, tepatnya dari tanggal 24 hingga 28 November 2025. Rata-rata, harganya naik 9,5 persen setiap harinya.

Pada perdagangan terakhirnya di Jumat (28/11/2025), IBFN ditutup menguat 9,52 persen di harga Rp115. Secara keseluruhan, saham ini naik 43,75 persen dalam seminggu dan melambung tinggi 130 persen dalam sebulan. Kenaikan yang sangat tajam dan menarik perhatian.

(DESI ANGRIANI)

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar