tambah Agus.
Yang menarik, tambang ini disebut punya kadar emas yang cukup tinggi, sekitar 4,9 gram per ton. Agus yakin, aset ini bakal jadi motor penggerak produksi BRMS begitu mulai beroperasi penuh di paruh kedua 2027.
Lalu, dari mana saja dana itu berasal? Fasilitas pinjaman jangka panjang untuk CPM ini disokong oleh beberapa bank ternama, antara lain Bangkok Bank Public Company Limited, Bank Permata, Bank Mega, dan BCA.
Intinya, pendanaan ini bakal menopang pembangunan tambang dan berbagai kebutuhan operasional. Harapannya, ketika tambang bawah tanah sudah berjalan, volume pengolahan bijih bisa langsung melesat.
(DESI ANGRIANI)
Artikel Terkait
Ramadan 2026 Diprediksi Picu Gelombang Pinjol, OJK Waspadai Dominasi Kredit Konsumtif
Pemulihan SPBU Aceh Tembus 97 Persen Pascabencana
Di Balik Kenaikan IHSG, Sepuluh Saham Ini Justru Terjun Bebas
BEI Dibanjiri Emisi Baru, IHSG Nyaris Sentuh 9.000 di Awal 2026