tambah Agus.
Yang menarik, tambang ini disebut punya kadar emas yang cukup tinggi, sekitar 4,9 gram per ton. Agus yakin, aset ini bakal jadi motor penggerak produksi BRMS begitu mulai beroperasi penuh di paruh kedua 2027.
Lalu, dari mana saja dana itu berasal? Fasilitas pinjaman jangka panjang untuk CPM ini disokong oleh beberapa bank ternama, antara lain Bangkok Bank Public Company Limited, Bank Permata, Bank Mega, dan BCA.
Intinya, pendanaan ini bakal menopang pembangunan tambang dan berbagai kebutuhan operasional. Harapannya, ketika tambang bawah tanah sudah berjalan, volume pengolahan bijih bisa langsung melesat.
(DESI ANGRIANI)
Artikel Terkait
Pizza Hut Indonesia Dirikan Anak Usaha Baru untuk Bisnis Roti dan Akomodasi
Menhub Prediksi Puncak Mudik Lebaran 2026 pada 18 Maret
Saham PP Properti Melonjak 10% Usai BEI Cabut Suspensi
BEI Bekukan Perdagangan Wanteg Sekuritas Terkait Kondisi Operasional