Airlangga Soroti Kebangkitan Afrika dan Dominasi Global South di KTT G20

- Minggu, 23 November 2025 | 06:06 WIB
Airlangga Soroti Kebangkitan Afrika dan Dominasi Global South di KTT G20
Pandangan Airlangga tentang Afrika dan Peran Global South

Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto menyoroti Benua Afrika dengan pandangan yang optimis. Baginya, benua ini bukan sekadar wilayah berkembang, melainkan masa depan dunia itu sendiri.

Dia melihat potensi strategis yang luar biasa di sana, yang bisa mendorong ekonomi global ke level berikutnya. Menurut Airlangga, sudah saatnya dunia memberi panggung yang lebih luas bagi negara-negara Afrika.

"Afrika ini dianggap sebagai benua masa depan dengan pertumbuhan cepat potensi strategis yang mendukung industrialisasi pemahaman berkelanjutan dan stabilitas ekonomi global,"

Ujarnya dalam Konferensi Pers hasil KTT G20 Afrika Selatan 2025 yang digelar secara daring, Minggu (23/11) dini hari waktu Jakarta.

Di sisi lain, penyelenggaraan KTT G20 di Afrika Selatan ini menandai sesuatu yang lebih besar. Ini seperti penutup dari sebuah rangkaian kepemimpinan yang signifikan oleh negara-negara Global South. Ingat saja, sejak 2022, presidensi G20 memang dipegang berturut-turut oleh Indonesia, India, Brasil, dan kini Afrika Selatan.

Bagi Airlangga, fenomena ini bukan kebetulan. Ini adalah langkah nyata agar suara dan peran negara-negara di belahan bumi selatan semakin diperhitungkan dalam percaturan ekonomi global.

"Apa yang dimulai Indonesia di kepemimpinan di tahun 2022 ini dilanjutkan oleh Afrika Selatan terutama mendorong inklusivitas, memperkuat peran Global South dalam tata kelola ekonomi global, dan memastikan forum G20 mewakili kepentingan dari seluruh bangsa,"

tegasnya.

Pada KTT kali ini, Indonesia diwakili oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Airlangga memaparkan bahwa dalam forum tersebut, Gibran terlibat dalam pembahasan yang cukup beragam. Mulai dari isu ekonomi inklusif, pembiayaan pembangunan, hingga topik hangat seperti perubahan iklim dan transisi energi.

"Dalam pidatonya, Bapak Wakil Presiden menyampaikan beberapa poin penting. Yang pertama, pertumbuhan perekonomian global harus kuat, adil, dan inklusif dengan pembiayaan internasional yang mudah diakses, dapat diprediksi khususnya bagi negara-negara berkembang,"

jelas Airlangga.

"Upaya-upaya ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain penghapusan utang, mekanisme pembiayaan yang inovatif, pembiayaan campuran, dan transisi hijau,"

lanjutnya.

Tak lupa, Gibran juga mempromosikan inovasi dalam negeri. Dia menunjukkan dua hal: QRIS sebagai solusi pembayaran digital yang praktis dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilainya punya dampak positif pada rantai pasok ekonomi.

Selain agenda inti, Gibran juga menghadiri pertemuan MIKTA Leaders Gathering yang dihadiri pemimpin dari Meksiko, Korea Selatan, Turki, dan Australia. Kesibukannya bertambah dengan serangkaian pertemuan bilateral. Dia bertemu dengan PM Ethiopia, PM Vietnam, Presiden Angola, Presiden Finlandia, serta sejumlah petinggi dari WTO dan UNCTAD.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar