Perusahaan memproyeksikan penjualan kuartal keempat bisa tembus USD 65 miliar. Angka itu sekitar 2 persen lebih tinggi dari estimasi analis yang berada di kisaran USD 61,66 miliar.
Di pasar extended, saham Nvidia langsung melonjak lebih dari 4 persen. Memang, Nvidia jadi semacam barometer bagi pasar global. Banyak yang bertanya-tanya, apakah investasi miliaran dolar di infrastruktur AI ini sudah membentuk gelembung valuasi yang melebihi fundamental?
Di sisi lain, ada kabar baik dari pemerintah. Government shutdown yang sempat terjadi akhirnya berakhir. Artinya, pengumpulan data ekonomi resmi bisa kembali berjalan normal. Investor pun kini bersiap menyambut laporan ketenagakerjaan AS untuk bulan September yang dijadwalkan rilis Kamis (20/11).
Laporan tenaga kerja ini penting banget. Kalau hasilnya di bawah ekspektasi, bisa mempengaruhi keputusan The Fed soal suku bunga dalam pertemuan bulan depan. Jadi, semua mata tertuju ke data itu.
Artikel Terkait
Pasar Modal Indonesia Pecahkan Rekor: Investor Tembus 20 Juta, Likuiditas Didominasi Ritel
OWK PACK Picu Saham Melonjak, Sentuh ARA Keenam Hari Berturut-turut
Astra Lanjutkan Bantuan Tahap Kedua untuk Korban Banjir Bandang Sumatra
OJK Pastikan Stabilitas Sektor Keuangan Nasional Bertahan Hingga 2025