ADB Dukung Transisi Energi Indonesia dengan Pinjaman Rp 7,86 Triliun
Program percepatan energi bersih ditargetkan kurangi emisi karbon 2,5 juta ton per tahun
Pinjaman berbasis hasil ini menjadi bagian dari Program Percepatan Transisi Energi Bersih Indonesia Tahap 1 yang akan berjalan selama periode 2026-2031. Program strategis nasional ini difokuskan pada pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga surya dan angin, serta penguatan infrastruktur jaringan listrik di tiga sistem kelistrikan utama: Jawa-Madura-Bali, Sumatera, dan Sulawesi.
"Program ini menandai langkah penting dalam perjalanan Indonesia menuju masa depan energi lebih bersih dan lebih berkelanjutan," tegas Renadi Budiman, Wakil Direktur ADB untuk Indonesia.
Dalam keterangan resminya, Budiman menambahkan bahwa dukungan ini tidak hanya membantu pencapaian target energi terbarukan PLN, tetapi juga membangun fondasi ketahanan energi dan konektivitas regional jangka panjang.
Dampak Lingkungan Signifikan: Program ini diproyeksikan mampu mengurangi emisi karbon dioksida hingga 2,5 juta metrik ton setiap tahun, sekaligus berkontribusi pada pengembangan Jaringan Listrik ASEAN yang lebih tangguh.
Artikel Terkait
Di Balik Saham TRIN yang Melonjak 1.261%, Siapa Pengendali Sebenarnya?
Rahayu Saraswati Resmi Kuasai 5% Saham Trinland, Transaksi Rp45,5 Miliar di Bawah Harga Pasar
MNC Energy Klaim Operasional Tambangnya Kebal Aturan Daerah Berkat Jalan Khusus
Pemain Besar Beramai-ramai Jual, Saham Bakrie dan Salim Masih Panaskah?