Secara keseluruhan, HAIS telah merencanakan penambahan empat armada baru sepanjang tahun 2025. Hingga bulan November, perusahaan tercatat telah mengoperasikan 22 set armada dengan beragam kapasitas, mulai dari 7.500 MT hingga 10.300 MT, ditambah dengan satu unit kapal khusus pengangkut Crude Palm Oil (CPO).
HAIS menyatakan komitmennya untuk terus memprioritaskan keunggulan layanan (service excellence) di semua lini operasional perusahaan.
Di sisi kinerja keuangan, HAIS membukukan laba sebesar Rp69 miliar hingga kuartal III tahun 2025. Angka ini mengalami penurunan sekitar 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp90 miliar.
Penurunan laba tersebut terutama disebabkan oleh merosotnya pendapatan perusahaan, dari sebelumnya Rp765 miliar menjadi Rp661 miliar hingga September 2025. Kondisi ini seiring dengan menurunnya volume angkutan batu bara, yang merupakan komoditas kargo utama perusahaan.
Meski demikian, terdapat catatan positif dimana laba bersih HAIS pada kuartal III-2025 justru melonjak hampir dua kali lipat, menjadi Rp34,52 miliar, dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang sebesar Rp7,78 miliar.
Artikel Terkait
IHSG Sentuh 8.680 di Pembukaan Perdagangan Awal 2026
Harga Emas Antam Naik Rp 16.000, Pajak Pembelian Dihapus
IHSG 2026: Optimisme Berlanjut, Tapi Waspadai Koreksi di Tengah Jalan
IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Justru Terseret Melemah