Raja Yordania Tawarkan Kerja Sama Investasi USD 1,3 Miliar ke Indonesia
Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga menjabat sebagai CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengumumkan bahwa Raja Yordania Abdullah II bin Al-Hussein telah menawarkan peluang kerja sama investasi kepada Indonesia. Tawaran investasi dari Kerajaan Yordania ini mencakup sejumlah sektor strategis yang potensial bagi perekonomian kedua negara.
Bidang dan Nilai Investasi yang Ditawarkan
Rosan Roeslani membeberkan bahwa proposal kerja sama dari Yordania meliputi tiga bidang utama. Sektor pertama adalah pipanisasi gas dengan nilai investasi yang diperkirakan mencapai sekitar USD 1 miliar. Selanjutnya, terdapat tawaran untuk pembangunan jalan tol senilai USD 300 juta, serta peluang di bidang logistik.
Sebagai bentuk keseriusan, Danantara sebagai Badan Usaha Milik Negara akan segera melakukan evaluasi mendalam untuk menindaklanjuti tawaran investasi yang menggiurkan ini. Rencananya, pada bulan Desember mendatang, delegasi Danantara telah diundang untuk melakukan kunjungan langsung ke Yordania guna membahas kerja sama ini lebih lanjut.
Ekspansi Kerja Sama Bahan Baku Pupuk
Kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Yordania sebenarnya bukan hal baru. Rosan menjelaskan bahwa telah ada kemitraan di bidang bahan baku pupuk yang sudah berjalan. Bahkan, separuh dari kerja sama tersebut telah diimplementasikan di Indonesia. Rencananya, kolaborasi ini akan diperluas, termasuk dengan rencana investasi Indonesia untuk pengembangan fosfat dan potas di Yordania.
Inisiatif ini sejalan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Yordania pada April lalu, di mana pemerintah Indonesia menyampaikan minatnya untuk membeli bahan baku pupuk dalam volume besar, khususnya fosfat dan potasium.
Peluang Kontrak Jangka Panjang dan Keunggulan Harga
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pemerintah Indonesia membuka peluang untuk menjalin kontrak jangka panjang dalam pengadaan bahan baku pupuk tersebut. Keputusan akhir akan diambil setelah mempertimbangkan aspek keuntungan bagi Indonesia.
Menurut Amran, bahan baku pupuk dari Yordania tercatat sebagai salah satu yang paling murah di pasar global. Meskipun jarak pengiriman dari Yordania ke Indonesia relatif lebih jauh dibandingkan dengan negara pemasok lain, hal tersebut tidak menjadi penghalang selama harga yang ditawarkan tetap lebih kompetitif dan menguntungkan secara finansial bagi Indonesia.
Artikel Terkait
Indonesia-AS Sepakati 1.819 Produk Bebas Tarif, Dinamika Berubah Pasca Putusan MA AS
Astra Agro Lestari (AALI) Catat Laba Bersih Rp1,47 Triliun di 2025, Tumbuh 28%
Trump Naikkan Tarif Global AS Jadi 15% Usai Putusan MA
Kadin Desak Prabowo Batalkan Rencana Impor 105.000 Mobil Pick-up dari India