Prospek Pemangkasan Suku Bunga The Fed Desember 2025 Semakin Tidak Pasti
Federal Reserve (The Fed) menunjukkan sinyal keengganan untuk melanjutkan pelonggaran moneter. Kekhawatiran utama bank sentral Amerika Serikat ini berpusat pada tekanan inflasi yang persisten dan kondisi pasar tenaga kerja yang beragam, menyusul dua kali pemotongan suku bunga yang telah dilakukan tahun ini.
Pandangan Hati-Hati dari Pejabat The Fed
Mary Daly, Presiden Fed San Francisco yang dikenal mendukung langkah akomodatif, menyatakan bahwa keputusan untuk langkah kebijakan selanjutnya masih prematur untuk diambil. Dalam sebuah acara di Dublin, Irlandia, Daly menegaskan, "Saya masih berpikiran terbuka, namun belum sampai pada keputusan final. Saya menantikan diskusi lebih lanjut dengan para kolega."
Pandangan serupa disampaikan oleh Neel Kashkari, Presiden Fed Minneapolis. Meski sebelumnya melihat pemangkasan ketiga pada akhir tahun masih layak, Kashkari kini mengakui bahwa sinyal ekonomi yang beragam membuat posisinya menjadi lebih berhati-hati. "Kita masih melihat inflasi yang terlalu tinggi, bertahan di sekitar 3 persen. Beberapa sektor ekonomi AS tampak sangat kuat, sementara bagian lain dari pasar tenaga terlihat di bawah tekanan," ujarnya.
Artikel Terkait
Cadangan LPG Nasional Kembali Normal Setelah Sempat Kritis
ARNA Bagikan Dividen Rp330 Miliar, Yield Capai 8,4%
Cimory Bagikan Dividen Rp1,59 Triliun dari Laba Bersih Rp2,03 Triliun
IHSG Melonjak 2,07%, Sentimen Beli Dominasi Pasar Saham