Pemerintah Amerika Serikat mencabut kebijakan kontrol ekspor terhadap model kecerdasan buatan Fable 5 dan Mythos 5 milik Anthropic. Keputusan ini diambil kurang dari tiga pekan setelah perusahaan diwajibkan menghentikan akses ke model AI paling canggihnya karena alasan keamanan nasional.
Anthropic mengumumkan bahwa akses terhadap kedua model AI tersebut akan dipulihkan mulai besok, Kamis, 2 Juli 2026. “Kami akan mulai memulihkan akses besok, dan bakal bagikan kabar terbarunya segera,” tulis Anthropic melalui akun resminya di X.
Sebelumnya, pemerintah AS memblokir ekspor model AI Fable 5 dan Mythos 5 dengan alasan potensi risiko terhadap keamanan nasional. Berdasarkan bocoran surat internal yang diperoleh Reuters, Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick menyatakan kebijakan kontrol ekspor telah dicabut sehingga Anthropic tidak lagi memerlukan lisensi untuk mengekspor model-model tersebut. Dalam surat itu, Lutnick menjelaskan pencabutan dilakukan setelah Anthropic menyepakati sejumlah komitmen keamanan.
Perusahaan berjanji akan secara proaktif mendeteksi dan menangani risiko keamanan yang berkaitan dengan model AI mereka. Anthropic juga akan bekerja sama dengan pemerintah AS dalam menyusun protokol dan standar peluncuran untuk Mythos, Fable, maupun model AI generasi berikutnya. Selain itu, Anthropic diwajibkan melaporkan kepada pemerintah AS apabila menemukan aktivitas berbahaya atau penyalahgunaan terhadap model AI tersebut.
Langkah ini menjadi bagian dari pengawasan yang semakin ketat terhadap pengembangan AI canggih di Amerika Serikat. Pemerintah AS khawatir model AI terbaru dapat dimanfaatkan oleh pihak asing, termasuk militer atau badan intelijen dari negara-negara yang dianggap berisiko seperti China dan Rusia.
Anthropic langsung menonaktifkan model Mythos 5 dan Fable 5 setelah menerima perintah kontrol ekspor dari pemerintah AS pada 12 Juni 2026 lalu. Beberapa hari kemudian, pemerintah mulai melonggarkan kebijakan tersebut dengan mengizinkan Mythos 5 diakses oleh sejumlah organisasi tepercaya di Amerika Serikat. Meski begitu, kebijakan pemerintah yang menentukan organisasi mana saja yang boleh mengakses model AI canggih menuai kritik dari pelaku industri.
CEO OpenAI, Sam Altman, mengatakan pengujian keamanan terhadap model AI merupakan langkah yang masuk akal. Namun, ia tidak setuju apabila pemerintah menentukan siapa saja pelanggan yang boleh menggunakan teknologi tersebut. Sebelumnya, OpenAI juga menunda peluncuran penuh GPT-5.6 atas permintaan pemerintah AS. Model tersebut untuk sementara hanya tersedia bagi sejumlah mitra yang telah lolos proses verifikasi pemerintah.