Alih Fokus ke PC dan Robot AI
Lalu, tim riset dan pengembangannya mau dikerahkan ke mana? Jonney Shih punya jawabannya. Mereka akan dialihkan untuk menggarap bisnis PC komersial dan proyek-proyek AI fisik. Dunia robotika dan kacamata pintar disebut-sebut sebagai beberapa fokus potensial ke depannya.
Keputusan ini, jujur saja, sangat masuk akal melihat performa perusahaan. Di tahun 2025, Asus membukukan pendapatan fantastis, mencapai 738,91 miliar dolar Taiwan atau sekitar Rp 396 triliun. Angka itu menunjukkan kenaikan hingga 26 persen dibanding tahun sebelumnya.
Yang menarik, bisnis AI jadi penyumbang utama. Pertumbuhannya melesat 100 persen, bahkan melampaui target internal yang sudah ditetapkan.
Di sisi lain, Shih juga menyentuh soal tantangan industri, seperti kenaikan harga memori RAM yang sedang terjadi. Ia mengakui hal itu bisa berdampak pada harga produk. Namun, Asus berjanji akan berusaha menekan dampaknya. Caranya? Melalui optimalisasi desain dan kerja sama yang lebih erat dengan para pemasok di rantai pasokan.
Artikel Terkait
Dari Sawah ke Server: Lima Teknologi yang Merevolusi Ladang Modern
Industri 5.0: Saat Manusia Kembali Jadi Pusat Kemajuan
Musk Tuntut OpenAI Rp 2.000 Triliun, Lebih dari Sekadar Urusan Duit
Xiaomi Siapkan Dua Pendekatan Audio untuk Gaya Hidup Digital