Eka Hospital Hadirkan Terapi Proton, Terapi Radiasi Paling Presisi di Indonesia

- Selasa, 23 Desember 2025 | 10:54 WIB
Eka Hospital Hadirkan Terapi Proton, Terapi Radiasi Paling Presisi di Indonesia

Eka Hospital Group punya gebrakan baru. Lewat Center of Excellence Eka Tjipta Widjaja Cancer Center (ETWCC), mereka akan menghadirkan teknologi proton therapy ke Indonesia. Langkah ini diambil sebagai wujud komitmen mereka menyediakan layanan kanker yang komprehensif dan berstandar internasional.

Sebenarnya, apa sih proton therapy itu? Ini adalah metode terapi radiasi yang dianggap paling mutakhir saat ini. Keunggulannya terletak pada presisi yang tinggi dan efek samping yang jauh lebih minimal bagi pasien. Intinya, ini adalah terapi radiasi tercanggih yang menggunakan partikel bermuatan tinggi bernama proton.

Cara kerjanya cukup cerdas. Sinar proton ditembakkan tepat ke lokasi tumor. Di sana, partikel-partikel ini melepaskan energinya secara terkonsentrasi, tanpa 'nyasar' ke jaringan sehat di sekelilingnya. Tujuannya jelas: menghantam sel kanker secara langsung dan meminimalkan kerusakan pada area tubuh lain.

Chairman Eka Tjipta Widjaja Cancer Center Eka Hospital, Dr. dr. Sonar Soni Panigoro, Sp.B (K) Onk., M.Epid., MARS, mengonfirmasi bahwa pusat layanan kanker terpadu mereka akan mengusung teknologi ini.

“Hal ini penting untuk menekan efek samping yang selama ini sering terjadi pada terapi radiasi, seperti kerusakan jaringan normal atau kerontokan rambut yang luas. Dengan teknologi ini, radiasi tidak lagi menyebar. Efek samping ke jaringan sekitar tumor menjadi jauh lebih minimal,” jelasnya.

Ia menambahkan, “Ini sangat krusial, terutama untuk pasien anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan.”

Kehadiran teknologi ini tentu membawa angin segar. Eka Hospital berharap bisa memberikan opsi baru yang lebih akurat dan aman, khususnya untuk kanker di area-area sensitif. Pikirkan tentang tumor di otak, daerah kepala dan leher, tulang belakang, atau kanker pada anak. Presisi menjadi kunci utama.

Namun begitu, teknologi canggih saja tidak cukup. Pusat layanan ini dirancang dengan pendekatan multidisiplin yang melibatkan banyak ahli. Timnya terdiri dari dokter spesialis onkologi medis, radiasi, bedah, ditambah dukungan radiologi, patologi, hingga rehabilitasi medis dan psikososial. Pendekatan seperti ini memastikan perawatan yang diterima pasien benar-benar menyeluruh dan sesuai kebutuhan individual.

Selain proton therapy, fasilitas ini juga dilengkapi dengan perangkat diagnostik modern dan protokol penanganan berbasis evidence-based medicine. Sistem rujukan yang terintegrasi di dalam jaringan Eka Hospital Group juga akan mempermudah proses perawatan.

Pada akhirnya, harapannya besar. Dengan hadirnya layanan mutakhir di dalam negeri, diharapkan kebutuhan pasien Indonesia untuk berobat ke luar negeri bisa berkurang. Daya saing layanan onkologi nasional pun diharapkan ikut terdongkrak. Kehadiran Pusat Layanan Kanker Terpadu ini sekaligus menegaskan komitmen Eka Hospital untuk terus berinovasi memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar