Pasar Smartphone Global Tumbuh 3% di Kuartal III 2025, Samsung Pimpin

- Minggu, 16 November 2025 | 13:00 WIB
Pasar Smartphone Global Tumbuh 3% di Kuartal III 2025, Samsung Pimpin
Pasar Smartphone Global Tumbuh 3% di Kuartal III 2025, Samsung Pimpin

Pasar Smartphone Global Tumbuh 3% di Kuartal III 2025, Samsung Pimpin

Pasar smartphone dunia menunjukkan tanda pemulihan yang positif. Berdasarkan laporan terkini, pengiriman ponsel pintar global pada kuartal ketiga tahun 2025 mencapai 320,1 juta unit. Angka ini mencerminkan kenaikan sebesar 3 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini menjadi angin segar setelah sektor ini mengalami kelesuan di paruh pertama tahun 2025. Tantangan seperti ketidakpastian tarif, penyesuaian rantai pasokan global, dan lesunya lalu lintas ritel sempat membuat para vendor menahan stok mereka.

Memasuki kuartal ketiga, situasi mulai berubah. Para vendor secara agresif memanfaatkan momen back-to-school dan persiapan musim liburan dengan merapikan inventaris dan meluncurkan produk-produk baru. Strategi ini berhasil mendongkrak pengiriman, di mana empat merek besar berhasil menambah lebih dari dua juta unit pengiriman secara tahunan.

Samsung Kembali Jadi Raja Pasar Smartphone Dunia

Samsung berhasil mempertahankan tahtanya sebagai pemimpin pasar smartphone global. Vendor asal Korea Selatan ini mengirimkan sekitar 60,6 juta unit ponsel pada kuartal III 2025, tumbuh 6 persen secara tahunan.

Kesuksesan ini ditopang oleh kinerja kuat lini flagship seperti Galaxy Z Fold 7 dan Galaxy Z Flip 7, serta model entry-level seperti seri Galaxy A07 dan A17 yang populer di kawasan Asia-Pasifik dan Timur Tengah.

Apple dan Persiapan Kuartal Panen

Di posisi kedua, Apple mencatatkan pengiriman sebanyak 56,6 juta unit iPhone, naik 4 persen dari tahun sebelumnya. Kuartal ketiga menjadi batu loncatan bagi Apple yang biasanya menuai hasil terbaik pada kuartal keempat.

iPhone 17 standar dilaporkan melampaui ekspektasi berkat penawaran memori yang lebih besar tanpa disertai kenaikan harga. Sementara itu, varian iPhone 17 Pro dan Pro Max terus menunjukkan permintaan yang kuat di pasar global. Peningkatan permintaan juga signifikan terlihat di negara berkembang, termasuk India.

Pemain Lain dan Dinamika Regional

Xiaomi mengamankan posisi ketiga dengan pengiriman 43,3 juta unit, meski hanya mengalami kenaikan tipis 1 persen. Penurunan penjualan di China berhasil ditutupi oleh permintaan yang solid dari wilayah Asia-Pasifik dan lainnya.

Transsion, dengan portofolio merek seperti Tecno, Itel, dan Infinix, meroket ke posisi keempat. Mereka mencatat pertumbuhan impresif sebesar 12 persen dengan pengiriman 28,6 juta unit, didorong oleh agresivitas pemasaran di benua Afrika.

Posisi keliga diisi oleh vivo yang mengirimkan 28,5 juta unit, tumbuh 9 persen. Kekuatan vivo masih bertumpu pada pasar India, dan mereka bahkan berhasil menduduki pangsa pasar tertinggi di China. Ekspansi juga terjadi di Asia-Pasifik, Afrika, dan Amerika Latin.

Pertumbuhan Terpolarisasi dan Tantangan ke Depan

Secara geografis, pertumbuhan pasar tidak merata. Wilayah seperti Amerika Utara dan China justru mengalami penurunan pengiriman. Sebaliknya, kawasan Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika menjadi mesin pertumbuhan utama dengan catatan yang kuat.

Afrika, khususnya, mengalami lonjakan luar biasa sebesar 25 persen, menjadikannya kuartal terbaik sejak akhir 2021. Asia-Pasifik juga mencatat pertumbuhan 5 persen dengan volume kuartal tertinggi dalam periode yang sama.

Pasar juga menunjukkan pola pertumbuhan yang terpolarisasi. Segmen ultra-low-end (di bawah $100) dan segmen premium (di atas $700) menjadi penggerak utama volume, sementara segmen mid-range justru mengalami pelemahan.

Meski kuartal ketiga membawa angin segar, industri kini dihadapkan pada tantangan baru seperti kelangkaan komponen dan meningkatnya biaya produksi. Kondisi ini berpotensi mendorong kenaikan harga perangkat baru dan menekan permintaan untuk ponsel kelas rendah.

Para vendor diprediksi akan mengambil berbagai strategi untuk mengatasi tantangan ini, mulai dari mengamankan pendanaan dan kanal distribusi lebih awal, memprioritaskan model dengan margin tinggi, hingga memperkuat posisi tawar dalam rantai pasokan. Mempertahankan profitabilitas akan menjadi prioritas utama di tengah kondisi pasar yang dinamis.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar