Blokade Gaza: 6.000 Truk Bantuan Tertahan Meski Gencatan Senjata

- Kamis, 13 November 2025 | 07:50 WIB
Blokade Gaza: 6.000 Truk Bantuan Tertahan Meski Gencatan Senjata

Krisis Kemanusiaan Gaza Memburuk: Blokade Israel Halangi Bantuan Selama Gencatan Senjata

Kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza semakin kritis meskipun gencatan senjata berlaku. Pemerintah Israel terus menutup pintu perlintasan Rafah, menghalangi konvoi bantuan internasional mencapai warga Palestina yang membutuhkan.

Ribuan Truk Bantuan Tertahan di Perbatasan

Data terbaru menunjukkan lebih dari 6.000 truk bantuan masih tertahan di wilayah Mesir. Padahal, sejak 10 Oktober 2025, seharusnya 13.200 truk bantuan sudah memasuki Gaza. Kenyataannya, hanya sekitar 3.200 truk yang diizinkan melintas.

Pelanggaran Gencatan Senjata oleh Israel

Kantor Media Pemerintah Gaza mencatat 282 kali pelanggaran kesepakatan gencatan senjata oleh Israel. Pemblokiran akses bantuan kemanusiaan menjadi bentuk pelanggaran paling serius yang memperparah krisis.

Dampak Blokade terhadap Warga Sipil

Akibat blokade ini, jutaan warga Palestina menghadapi kelangkaan makanan, obat-obatan, dan tempat tinggal. Rumah sakit mengalami kekurangan pasokan medis kritis dan bahan bakar untuk generator.

Krisis Pengungsian yang Semakin Parah

Sekitar 288.000 keluarga Palestina terpaksa hidup di jalanan dan area publik tanpa perlindungan memadai. Israel juga belum mengizinkan masuknya lebih dari 300.000 unit tenda dan rumah mobil yang seharusnya menampung pengungsi.

Kendali Penuh Israel atas Perlintasan Rafah

Sejak Mei 2024, Israel mengambil kendali penuh atas perbatasan Rafah. Kebijakan ini mencegah warga Palestina, termasuk pasien gawat darurat, untuk dievakuasi ke luar negeri.

Kerusakan Infrastruktur dan Kerugian Material

Laporan terbaru mengungkapkan 90 persen infrastruktur sipil Gaza telah hancur, termasuk rumah sakit, sekolah, dan jaringan air bersih. Kerugian material diperkirakan mencapai 70 miliar dolar AS.

Dengan terus berlanjutnya blokade bantuan kemanusiaan, gencatan senjata tidak membawa perbaikan berarti bagi warga sipil Gaza yang terus bergulat dengan ancaman kelaparan, penyakit, dan keputusasaan.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar